Sunday, December 6, 2009

Etika Pergaulan Penangkal HIV dan AIDS

Etika Pergaulan Muslim cara tepat menangkal HIV

Satu Desember dunia disibukkan dengan hari Aids sedunia, yang paling sibuk dengan acara ini tentu saja media masa,entertain dan para aktivis HIV. Gencarnya peringatan ini tidak lepas dari keperihatinan para pemerhati HIV dan Aids atas semakin meningkatnya penderita penyakit ini. Diskriminasi terhadap pengidap HIV dan AIDS telah mengusik ketenangan para pemerhati sosial untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat agar tidak berlaku diskriminatif terhadap pengidap HIV dan AIDS.
Pengidap penyakit ini memang tidak lepas dari perilaku para pengidapnya dimasa lalu inilah barangkali sebagai renungan kita bersama bahwa penyakit ini muncul sebagi sebuah warning (peringatan) dari Allah SWT. Untuk kembali memperhatikan etika pergaulan dalam Islam. Walaupun pada kenyataannya ada pengidap penyakit ini yang tidak mempunyai catatan hitam dimasa yang lalu dan saya berdoa untuk mereka semoga Allah memberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.

Sesungguhnya akar masalah munculnya HIV dan AIDS tidak lain karena banyak dianatara kita yang sering menganggap remeh pengaruh dari sebuah pergulan, akibatnya banyak para remaja yang salah dalam pergaulan. Bagaimana cara bergaul yang sehat dan terhindar dari penyakit HIV dan AIDS, Islam memberikan solusinya berikut ini :


1. Menundukan Pandangan terhadap Lawan Jenis
Mata adalah panah syetan yang siap menghujamkan penyakit hati dalam diri manusia jika ia tidak menjaga pandangannya terutama terhadap sesuatu yang telah dilarang Allah . Allah memberikan peringatan bagi kita semua bagaimana berbahayanya penghiantan mata:

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ (غافر :19)
“Dia (Allah) Mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”. QS. 40:19
Menjaga pandangan adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah berikut firman Allah :
artinya, "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nûr: 30).
Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada wanita beriman, Allah berfirman, artinya, "Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluan-nya." (QS. An-Nûr: 31).

2. Menutup Aurat
Menutup aurat, dalam hal ini Islam ingin mendudukkan urgensi menutup aurat terutama bagi wanita, mengapa wanita sebab wanita adalah mahluk Allah yang menggambarkan keindahan sehingga perilaku seorang perempuan cenderung cepat menarik perhatian lawan jenisny, karena itu wahai wanita tutuplah auratmu janganlah engkau memakai pakaian yang bisa menyebabkan aurat terlihat dan tergambarkan dengan pakaianmu Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman, "Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya." (QS. An-Nûr: 31).
Juga firman-Nya, artinya, "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzâb: 59).


3. Adanya Pembatas Antara Laki-laki dengan Wanita
Jika melihat teks ayat tentang pembatas maka seorang wanita dan pria yang ingin berinteraksi sebaiknya memakai hijab, tapi yang terpenting dari semua itu bagaiaman seorang wanita dan pria berinteraksi seperlunya dengan hati bersih dari niat selain apa yang ingin disampaikan.Jika memungkinkan Seseorang yang memiliki keperluan terhadap lawan jenisnya, harus menyampaikannya dari balik tabir pembatas. Sebagaimana firman-Nya, artinya, "Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab." (QS. Al-Ahzâb: 53).

4. Tidak Berdua-duaan dengan Lawan Jenis
Awas seorang wanita dan pria yang berduaan maka syetan akan dating menjadi yang ketiga bukan untuk menengahi tapi untuk meniupkan bisikan-bisikan nafsu terhdap keduanya. Hadits nabi Dari Ibnu 'Abbâs Radhiyallahu ‘Anhu berkata, "Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya." (HR. Bukhârî 9/330, Muslim 1341).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga bersabda, "Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan seorang wanita, karena setan akan menjadi yang ketiganya." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzî dengan sanad shahih).

5. Tidak Mendayukan Ucapan
Sebagian ualamak mengatakan bahwa suara termasuk aurat wanita, janganlah seorang wanita meng-obral suaranya,suara bisa memunculkan penyakit hati bagi pria yang mendengarnya, apalagi menyanyi.Seorang wanita dilarang mendayukan ucapan saat berbicara kepada selain suami. Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala, artinya, "Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Ahzâb: 32).
Berkata Imam Ibnu Katsîr—rahimahullâh, "Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh Allah kepada para istri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam serta para wanita Mukminah lainnya, yaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam artian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia berbicara dengan suaminya." (Tafsîr Ibnu Katsîr: 3/530).

6. Tidak Menyentuh Lawan Jenis
Bersalaman inilah budaya yang perlu dilestarikan, tapi ingat berslaman dengan lawan jenis adalah dosa bagaimana adzab cob abaca hadits berikut ini :
Dari Ma'qil bin Yasâr t berkata, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (HR. Thabrânî dalam Mu'jam al Kabîr: 20/174/386).
Berkata Syaikh Al-Albânî—rahimahullâh, "Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (Ash-Shohîhah: 1/448).

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak pernah menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat penting seperti membaiat dan lain-lain. Dari 'Aisyah berkata, "Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat." (HR. Bukhârî 4891).

Akhirnya mari kita renungkan mengapa Allah mengirimkan HIV dan AIDS, tidak lain hanya karena manusia sudah tidak peduli lagi dengan etika yang telah ditetapkan syari’at Islam.Semoga Allah memberikan kesabaran bagi kita semua dalam menghadapi dunia yang semakin bebas tanpa etika. Amiin



0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan