Bermain mempertajam pikiran anak


Anda sebagai orang tua barangkali pernah mengalami pusing tujuh keliling menghadapi anak-anak yang bermain dirumah karena semua areal rumah brantakan.Anak-anak memang ceria dimana saja mereka berada terlabih lagi jika sudah dirumah maka semua tempat menjadi kekuasaan mereka. Sama halnya dengan kami setiap hari harus merapikan rumah karena berantakan setelah dijadikan arena bermain, hanya saja jika mereka di ajak untuk merapikan rumah mereka akan segera merapikannya, bagaimana dengan anda. Anak bermain adalah fitrah yang harus disalurkan

Allah tidak mati

Sore hari saya bersama kedua anak saya duduk-duduk di teras depan rumah, kami berbagi cerita tentang banyak hal mulai dari peristiwa yang menyedihkan dan lucu. Sore itu seolah-olah menjadi ajang curhat kami bertiga sambil menunggu kedatangan uminya anak-anak.
Mulanya percakapan kami berkisar tentang hal-hal yang lucu, tak jarang kami tertawa bersama. Tiba-tiba Faruq anak saya yang nomer dua bertanya kepada saya :
Faruq  : " bi, abi nanti kalau bumi,manusia,dan tumbuh-tumbuhan sudah mati, apakah Allah juga ikut mati."
saya masih berfikir untuk menggunakan bahasa yang tepat guna menjawab pertanyaan Faruq tersebut. Qonita

Kutu Bule

Seorang anak sedang di carikan kutu dikepalanya, karena sang ibu risau melihat sang anak tidak bisa konsentrasi belajar sering menggaruk kepalanya. Sang ibu mencoba membersihkan kutu di kepala anaknya, begitu sulit mencari kutu dikepala anaknya karena warna kutunya sama dengan warna rambut sang anak. Suatu malam setelah setelah selesai mencari di kepala anaknya, tiba-tiba sang ibu merasa ada yang jalan-jalan diatas kepalanya giliran si ibu yang meminta bantuan anaknya untuk mencarikan kutu di kepalanya. Namun sang ibu berpesan :


Allah Maha Pengampun

Di zaman Nabi Musa ada seorang fasik yang suka melakukan kejahatan. Penduduk negeri tersebut tidak mampu lagi mencegah perbuatannya, lalu mereka berdoa kepada Allah. Maka Allah telah mewahyukan kepada Nabi Musa supaya mengusir pemuda itu dari negerinya agar penduduknya tidak ditimpa bencana. Lalu keluarlah pemuda tersebut dari kampunganya dan sampai disuatu kawasan yang luas, dimana tidak seekor burung atau manusia pun di situ.

    Selang beberapa hari pemuda itu jatuh sakit. Merintihlah ia keseorangan, lalu berkata: "Wahai Tuhanku, kalaulah ibuku, ayahku dan isteriku berada di sisiku sudah tentu mereka akan menangis melihat waktu akan memisahkan aku dengan mereka (mati). Andaikata anak-anakku ada di sisi pasti mereka berkata: "Ya Allah, ampunilah ayah kami yang telah banyak melakukan kejahatan sehingga ia diusir dari kampungnya ke tanah lapang yang tidak berpenghuni dan keluar dari dunia menuju akhirat dalam keadaan putus asa  dari segala sesuatu kecuali rahmat-Mu ya Allah."

    Akhir sekali pemuda itu berkata: Ya Allah, janganlah Kau putuskan aku dari rahmat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa terhadap sesuatu." Seterlah berkata maka matilah pemuda itu.

    Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Musa, firmannya: "Pergilah kamu ke tanah lapang di sana ada seorang wali-Ku telah meninggal. Mandikan, kapankan dan sembahyangkanlah dia." Setiba di sana Nabi Musa mendapati yang mati itu adalah pemuda yang diusirnya dahulu. Lalu Nabi Musa berkata: "Ya Allah, bukankah dia ini pemuda fasik yang Engkau suruh aku usir dahulu." Allah berfirman: "Benar. Aku kasihan kepadanya disebabkan rintihan sakitnya dan berjauhan dari kaum keluarganya. Apabila seseorang yang tidak mempunyai saudara mati, maka semua penghuni langit dan bumi akan sama menangis kerana kasihan kepadanya. Oleh kerana itu bagaimana Aku tidak mengasihaninya sedangkan Aku adalah zat Yang Maha Penyayang di antara penyayang." sumber : kisah teladan
  • SEO Complete Guide for Wordpress

Sejarah Ulumul Qur'an

















Pengantar
Ulumul Quran


Kode : UQ/A/01





Pokok-pokok Materi :


  1. Pengertian Ulumul Quran

  2. Objek Pembahasan Ulumul-Quran

  3. Sejarah & Perkembangan Ulumul Quran









  1. PENGERTIAN
    ULUMUL QURAN






                Kata
u`lum jamak dari kata i`lmu. i`lmu berarti al-fahmu wal
idraak
(faham dan menguasai). Kemudian arti kata ini berubah menjadi
permasalahan yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah.


                Jadi,
yang dimaksud dengan u`luumul qu`ran ialah ilmu yang membahas
masalah-masalah yang berhubungan dengan Al-Quran dari segi asbaabu
nuzuul."sebab-sebab turunnya al-qur`an", pengumpulan dan penertiban
Qur`an, pengetahuan tentang surah-surah Mekah dan Madinah,An-Nasikh wal
mansukh, Al-Muhkam wal Mutasyaabih dan lain sebagainya yang berhubungan dengan
Qur`an.


                Terkadang
ilmu ini dinamakan juga ushuulu tafsir (dasar-dasar tafsir) karena yang
dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang
Mufassir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur`an .





  1. OBJEK
    PEMBAHASAN ULUMUL QURAN






Objek Pembahasan Ulumul Qur'an dibagi menjadi tiga
bagian besar :


  1. Sejarah
    & Perkembangan Ulumul Qur'an ,



meliputi : sejarah rintisan ulumul quran di masa
Rasulullah SAW, Sahabat, Tabi'in, dan perkembangan selanjutnya lengkap dengan
nama-nama ulama dan karangannya di bidang ulumul quran di setiap zaman dan
tempat.


  1. Pengetahuan
    tentang Al-Quran .



Meliputi : Makna Quran, Karakteristik Al-Quran,
Nama-nama al-Quran, Wahyu, Turunnya Al-Quran, Ayat Mekkah dan Madinah, Asbabun
Nuzul, dst.
















  1. Metodologi Penafsiran Al-Quran



Meliputi : Pengertian Tafsir & Takwil,
Syarat-syarat Mufassir dan Adab-adabnya, Sejarah & Perkembangan ilmu
tafsir, Kaidah-kaidah dalam penafsiran Al-Quran, Muhkam & Mutasyabih, Aam
& Khoos, Nasikh wa Mansukh, dst.





  1. SEJARAH & PERKEMBANGAN ULUMUL QURAN :






Sejarah perkembangan ulumul quran dimulai menjadi
beberapa fase, dimana tiap-tiap fase menjadi dasar bagi perkembangan menuju
fase selanjutnya, hingga ulumul quran menjadi sebuah ilmu khusus yang
dipelajari dan dibahas secara khusus pula. Berikut beberapa fase / tahapan
perkembangan ulumul quran.





  1. ULUMUL QURAN pada MASA RASULULLAH SAW            






Embrio awal ulumul quran pada masa ini berupa
penafsiran ayat Al-Quran langsung dari Rasulullah SAW kepada para sahabat,
begitu pula dengan antusiasime para sahabat dalam bertanya tentang makna suatu
ayat, menghafalkan dan mempelajari hukum-hukumnya.             





  1. Rasulullah SAW menafsirkan kepada sahabat
    beberapa ayat.



Dari Uqbah bin Amir ia berkata : " aku
pernah mendengar Rasulullah SAW berkata diatas mimbar, "dan siapkan untuk
menghadapi mereka kekuatan yang kamu sanggupi (Anfal :60 ), ingatlah bahwa
kekuatan disini adalah memanah"
(HR Muslim)


  1. Antusiasme sahabat dalam menghafal dan
    mempelajari Al-Quran.



Diriwayatkan dari Abu Abdurrrahman as-sulami, ia
mengatakan : " mereka yang membacakan qur'an kepada kami, seperti
Ustman bin Affan dan Abdullah bin Mas'ud serta yang lain menceritakan, bahwa
mereka bila belajar dari Nabi sepuluh ayat mereka tidak melanjutkannya, sebelum
mengamalkan ilmu dan amal yang ada didalamnya, mereka berkata 'kami mempelajari
qur'an berikut ilmu dan amalnya sekaligus.'"


  1. Larangan Rasulullah SAW untuk menulis selain
    qur'an, sebagai upaya menjaga kemurnian AlQuran.













    Dari Abu Saad al- Khudri, bahwa Rasulullah SAW
    berkata: Janganlah kamu tulis dari aku; barang siapa menuliskan aku selain
    qur'an, hendaklah dihapus. Dan ceritakan apa yang dariku, dan itu tiada
    halangan baginya, dan barang siapa sengaja berdusta atas namaku, ia akan
    menempati tempatnya di api neraka."
    (HR Muslim)



 

Akan di posting secara berkala untuk judul Ulumul Quran nantikan lanjutannya ..........








Tujuh Langkah membalas komentar di Blogspot

















Sekedar sharing hasil blogwalking ke blog miscah akhirnya  kesulitan saya terjawab, selama ini kalau mau
balas komentar agak susah di blogspot, kemudian saya coba search di google
akhirnya ketemu di blognya miscah. Kalau sobat bloger pingin menjawab komentar
pengunjung dalam satu kota ini mungkin bisa  jadi tips sobat yang kebetulan lewat atau
kesasar di blog saya. Berikut cara melakukannya : 




Pertama : masuklah ke
dasbhord blog anda (login)
 




kedua klik  Ke Tata Letak.  


ketiga Pilih tab Edit HTML.  


keempat Klik Expand Template Widget.  


Kelima  Cari kode
kemudian letakkan kode berikut tepat dibawahnya. biar cepat gunakan Ctrl F





keenam Ganti kode yang berwarna merah (YOUR-BLOG-ID) dengan ID blog sobat, untuk
melihat ID blog, silahkan perhatikan pada address pada browser, contoh
pada gambar 


 image  


Ketujuh Jika sudah selesai jangan lupa Simpan Template. Silahkan lihat hasilnya, kalau masih bingung tanya ke misch saja kebetulan dia dokternya, spesial thank buat miscah semoga menjadi amal yang bermanfaat atas ilmuny.






Maafkan Abi

Senin 1 Nopember seharusnya saya di tempat kerja tapi pagi entah mengapa badan saya sakit-sakit semua mungkin akibat pulang terlalu larut pada malam harinya. Kebetulan saya ada agenda pengajian disebuah perumahan pada malam senin hingga jam sebelas malam. Saya berfikir baiklah saya istirahat sejenak rencannya masuk kantor terlambat, tapi saya benar-benar perlu istirahat seharian. Anak-anak diantar uminya untuk kesekolah, maunya nanti waktu pulang saya yang menjemput mereka.

Tepat jam dua belas siang seharusnya saya menjemput kedua anak saya karena sepeda tidak ada terpaksa saya sms teman untuk meminta bantuannya menjemput anak saya kebetulan anaknya juga satu sekolah dengan

Manfaat Jitu Blogwalking

Bagi seorang blogger pemula blogwalking hukumnya wajib, karena ini satu-satunya sarana yang bisa dimanfaatkan. Apa sih blogwalking ? blog walking bukan blognya yang jalan-jalan, tetapi pemilik blog yang jalan-jalan ke blognya orang lain. Untuk  blog  yang belum terindex di gogle atau baru mulai maka blog walking jangan sampai ketinggalan bila perlu gunakan berjam-jam untuk ini sebab biayanya murah paling cuma sepuluh ribu dan sudah bisa jalan-jalan keseluruh dunia tentu di dunia maya.  Tapi sebelum anda blogwalking ada perebekalan yang harus anda siapkan : 
  1. Siapkan nama blog dan surel (email) yang akan anda perkenalkan, sebab ada sebagian orang tidak suka kedatangan tamu tanpa identitas jadi walaupun maya anda t
  2. Up date dulu blog anda : fungsinya agar kunjungan orang ke rumah kita merasa tidak sia-sia datang blog kita minimal satu postingan.
  3. etap nyata.
  4. Berkomentarlah sesuai dengan etika artinya silahkan berkomentar tetapi berkaitan dengan postingan yang anda baca, pengalaman saya kalau komentar kita sesuai dengan topik biasanya respon dari blog yang kita kunjungi akan segera datang ke tempat kita.
Manfaaat Blogwalking : 
Berdasarkan pengalaman blogwalking yang saya lakukan banyak manfaat blogwalking yang saya dapatkan tetapi mohon maaf tidak banyak yang saya tuliskan disini, saya hanya menuliskan yang mungkin manfaatnya besar. Blogwalking hampir sama manfaatnya seperti berkunjung kerumah teman (silaturrahim) lebihnya anda jadi sleb didunia maya, nah ini manfaatnya :
  • Sarana silaturrahim
  • Sarana memperkenalkan blog anda
  • Memperbanyak teman
  • Anda akan mendapatkan banyak Tips bermain di internet
  • Ilmu yang bermanfaat
  • Menaikkan pae rangk blog anda 
Inilah secuil yang saya rasakan manfaatnya dari blogwalking, saya yakin jika anda sering blogwalking selain anda kehabisan uang karena ngenet anda akan menjadi pinter otak-atik sidebar blog anda atau bahkan gonta-ganti pasangan eh templet. Mungkin ada sobat yang mau berbagi tentang manfaat blogwalking silahkan share di komentar nanti komentarnya yang sesuai saya jadikan postingan kedua tentu dengan refrensi link ke blog anda.


Cara membuat Page di Blogspot

 Hallo blogger yang di blogspot mungkin anda selama ini merindukan untuk membuat page atau halaman seperti yang ada pada wordpress, kalau di WP kan tinggal bikin saja udah tersedia, nah ini solusi bikin page di blogspot tapi page-nya akan vertikal atau ada di posisi sidebar tapi ada baiknya saya sarankan anda memakai templet seperti punya saya ini sehingga page-nya bisa seperti di WP, mohon maaf tips ini saya dapatkan dari : Tutorial seo blogger 

Langkah-langkahnya begini :


Delapan langkah memuliakan anak

Setiap orang tua selalu berharap agar anak-anaknya menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepadanya. Ketika kita melihat zaman saat ini betapa banyak anak yang masuk kategori durhaka terhadap orang tua, bukan saja ucapan si anak tetapi perlakuan mereka tehadap orang tuanya sungguh diluar dugaan. Melihat fenomena yang seperti ada baiknya kita mengingat beberapa langkah Rasulullah dalam mendidik generasi penerusnya berikut ulasannya secara singkat :

Cara cepat Meningkatkan PageRank google

Bagi anda yang mempunya blog dan ingin cepat mendapatkan pagerank berikut tips Cara cepat update PageRank google yaitu dengan cara penyebaran link menggunakan sistem Multi Level Marketing?

Untuk tips kali ini saya mau mencoba mengajak anda semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink.

Caranya gampang kok, Yang perlu kamu lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel
kamu

  1. Rabbani75
  2. Mapasanda
  3. Traffic Search Engine
  4. Artikel Komputer Bisnis Internet Design Grafis
  5. SettingPercetakan
  6. Download Logo Gratis
  7. fansclubartis
  8. SEO Tutorial
  9. blog dofollow
  10. ilmu belajar komputer



    Cara Kerja
    • sebelum kamu meletakkan link kamu diatas, Kamu harus menghapus peserta Nomor 10 dari daftar Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 1 jadi nomor 2, nomor 2 jadi 3, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling atas (nomor 1). Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah


    Ketika posisi kamu 1, jumlah backlink = 1
    Posisi 2, jml backlink = 5
    Posisi 3, jml backlink = 25
    Posisi 4, jml backlink = 125
    Posisi 5, jml backlink = 625
    Posisi 6, jml backlink = 3,125
    Posisi 7, jml backlink = 15,625
    Posisi 8, jml backlink = 78,125
    Posisi 9, jml backlink = 390,625
    Posisi 10, jml backlink = 1,953,125


    Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, juga membuat blog kamu mendapatkan traffik tambahan.

    Nah, silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta Nomor 10 lalu tambahkan link blog/website kamu di Posisi 1.Ingat, kamu harus mulai dari posisi 1 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 2, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.

Ujian Iman

















Sudah Terujikah Iman Kita


Oleh: Ade
Hermansyah Bin Bunyamin


Khutbah
Pertama


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَة>.


يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ
اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ
الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا.


يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛


فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ
كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ
بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.


Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!


  Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita
merenungkan salah satu firman Allah dalam surat
Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3:


Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan
sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia
mengetahui orang-orang yang dusta.


   Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah
satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap
menghadapi
ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan
sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman
kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar
ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita
didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau
menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam
surat Al-Ankabut ayat 10:


   Dan di antara manusia ada orang yang
berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia
beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan
sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata:
“Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang
ada dalam dada semua manusia”?


Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!


   Bila kita sudah menyatakan iman dan kita
mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang
dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala :


   Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan
beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal.

(Al-Kahfi 107).


   Maka marilah kita bersiap-siap untuk
menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah
kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang
ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat.


   Apakah kalian mengira akan masuk Surga
sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang
terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-
saraan, serta
digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga
berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya
pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”.
(Al-Baqarah
214).


   Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam
mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka
mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab
Ibnul Arats Radhiallaahu anhu.


لَقَدْ كَانَ
مَنْ قَبْلَكُمْ لَيُمْشَطُ بِمِشَاطِ الْحَدِيْدِ مَا دُوْنَ عِظَامِهِ مِنْ
لَحْمٍ أَوْ عَصَبٍ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَيُوْضَعُ الْمِنْشَارُ
عَلَى مِفْرَقِ رَأْسِهِ فَيَشُقُّ بِاثْنَيْنِ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ
دِيْنِهِ. (رواه البخاري).


... Sungguh telah terjadi
kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi
(sehingga) terkelupas daging dari
tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas
kepalanya gergaji
sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya
dari agamanya...
(HR.
Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7
hal. 202).


   Cobalah kita renungkan, apa yang telah kita
lakukan untuk membuktikan keimanan kita? cobaan apa yang telah kita alami dalam
mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan
aqidah dan iman kita? Bila kita memper-hatikan perjuangan Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa salam dan orang-orang terdahulu dalam mempertahankan
iman mereka, dan betapa pengorbanan mereka dalam memperjuangkan iman mereka,
mereka rela mengorbankan harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, bahkan
nyawapun mereka korbankan untuk itu. Rasanya iman kita ini belum seberapanya
atau bahkan tidak ada artinya bila dibandingkan dengan iman mereka. Apakah kita
tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah sementara pengorbanan kita
sedikit pun belum ada?


Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah!


   Ujian yang diberikan oleh Allah kepada
manusia adalah berbeda-beda.


   Dan ujian dari Allah bermacam-macam
bentuknya, setidak-nya ada empat macam ujian yang telah dialami oleh para
pendahulu kita:


   Yang pertama: Ujian yang
berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi
Ibrahim Alaihissalam untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Ini
adalah satu perintah yang betul-betul berat dan mungkin tidak masuk akal,
bagaimana seorang bapak harus menyembelih anaknya yang sangat dicintai, padahal
anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat
berat sehingga Allah sendiri mengatakan:


   Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian
yang nyata.
(Ash-Shaffat 106).


   Dan di sini kita melihat bagaimana kualitas
iman Nabi Ibrahim Alaihissalam yang benar-benar sudah tahan uji, sehingga
dengan segala ketabahan dan kesabarannya perintah yang sangat berat itupun
dijalankan.


   Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim
Shallallaahu alaihi wa salam dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berat
itupun dijalankannya.


   Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan
puteranya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, dan sangat perlu
kita tauladani, karena sebagaimana kita rasakan dalam kehidupan kita, banyak
sekali perintah Allah yang dianggap berat bagi kita, dan dengan berbagai alasan
kita berusaha untuk tidak melaksanakannya. Sebagai contoh, Allah telah
memerintahkan kepada para wanita Muslimah untuk mengenakan jilbab (pakaian yang
menutup seluruh aurat) secara tegas untuk membedakan antara wanita Muslimah dan
wanita musyrikah sebagaimana firmanNya:


   Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu,
anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mumin” “Hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka
lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Al-Ahzab, 59).


   Namun kita lihat sekarang masih banyak
wanita Muslimah di Indonesia khususnya tidak mau memakai jilbab dengan berbagai
alasan, ada yang menganggap kampungan, tidak modis, atau beranggapan bahwa
jilbab adalah bagian dari budaya bangsa Arab. Ini pertanda bahwa iman mereka
belum lulus ujian. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam memberikan
ancaman kepada para wanita yang tidak mau memakai jilbab dalam sabdanya:


صِنْفَانِ مِنْ
أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا؛ قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ
يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ
مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ
الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا. (رواه مسلم).


   “Dua
golongan dari ahli Neraka yang belum aku lihat, satu kaum yang membawa cambuk
seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu mereka memukul manusia, dan wanita
yang memakai baju tetapi telanjang berlenggak-lenggok menarik perhatian,
kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk Surga dan
tidak akan mencium wanginya”.
(HR. Muslim, Shahih Muslim dengan Syarh
An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayyan, juz 14 hal. 109-110).


   Yang kedua: Ujian yang berbentuk larangan
untuk ditinggalkan seperti halnya yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihissalam
yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir
yang mengajaknya berzina, dan kesempatan itu sudah sangat terbuka, ketika
keduanya sudah tinggal berdua di rumah dan si perempuan itu telah mengunci
seluruh pintu rumah. Namun Nabi Yusuf Alaihissalam membuktikan kualitas
imannya, ia berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu, padahal
sebagaimana pemuda umumnya ia mempunyai hasrat kepada wanita. Ini artinya ia
telah lulus dari ujian atas imannya.


   Sikap Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu kita
ikuti, terutama oleh para pemuda Muslim di zaman sekarang, di saat pintu-pintu
kemaksiatan terbuka lebar, pelacuran merebak di mana-mana, minuman keras dan
obat-obat terlarang sudah merambah berbagai lapisan masyarakat, sampai-sampai
anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun sudah ada yang
kecanduan. Perzinahan sudah seakan menjadi barang biasa bagi para pemuda,
sehingga tak heran bila menurut sebuah penelitian, bahwa di kota-kota besar
seperti Jakarta dan Surabaya enam dari sepuluh remaja putri sudah
tidak perawan lagi. Di antara akibatnya setiap tahun sekitar dua juta bayi
dibunuh dengan cara aborsi, atau dibunuh beberapa saat setelah si bayi lahir.
Keadaan seperti itu diperparah dengan semakin banyaknya media cetak yang
berlomba-lomba memamerkan aurat wanita, juga media elektronik dengan
acara-acara yang sengaja dirancang untuk membangkitkan gairah seksual para
remaja. Pada saat seperti inilah sikap Nabi Yusuf Alaihissalam perlu ditanamkan
dalam dada para pemuda Muslim. Para pemuda
Muslim harus selalu siap siaga menghadapi godaan demi godaan yang akan
menjerumuskan dirinya ke jurang kemaksiatan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa
salam telah menjanjikan kepada siapa saja yang menolak ajakan untuk berbuat
maksiat, ia akan diberi perlindungan di hari Kiamat nanti sebagaimana sabdanya:


سَبْعَةٌ
يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ ... وَرَجُلٌ
طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ...
(متفق عليه).


   “Tujuh
(orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari tidak ada
perlindungan selain perlindunganNya, .. dan seorang laki-laki yang diajak oleh
seorang perempuan terhormat dan cantik, lalu ia berkata aku takut kepada
Allah…”
(HR. Al-Bukhari Muslim, Shahih Al-Bukhari
dengan Fathul Bari cet. Daar Ar-Rayyan, juz 3 hal. 344 dan Shahih Muslim dengan
Syarh An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayaan, juz 7 hal. 120-121).


   Yang ketiga: Ujian yang berbentuk
musibah seperti terkena penyakit, ditinggalkan orang yang dicintai dan
sebagainya. Sebagai contoh, Nabi Ayyub Alaihissalam yang diuji oleh Allah
dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun
dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya, seluruh hartanya
telah habis tidak tersisa sedikitpun untuk biaya pengobatan penyakitnya dan
untuk nafkah dirinya, seluruh kerabatnya meninggalkannya, tinggal ia dan
isterinya yang setia menemaninya dan mencarikan nafkah untuknya. Musibah ini
berjalan selama delapan belas tahun, sampai pada saat yang sangat sulit sekali
baginya ia memelas sambil berdo’a kepada Allah:


   “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayuub ketika ia
menyeru Tuhan-nya;” Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan
siksaan”. (Tafsir Ibnu Katsir, Juz 4 hal. 51).


Dan ketika itu Allah memerintahkan Nabi Ayyub
Alaihissalam untuk menghantamkan kakinya ke tanah, kemudian keluarlah mata air
dan Allah menyuruhnya untuk meminum dari air itu, maka hilanglah seluruh
penyakit yang ada di bagian dalam dan luar tubuhnya. (Tafsir Ibnu Katsir, Juz 4
hal. 52). Begitulah ujian Allah kepada NabiNya, masa delapan belas tahun
ditinggalkan oleh sanak saudara merupakan perjalanan hidup yang sangat berat,
namun di sini Nabi Ayub Alaihissalam membuktikan ketangguhan imannya, tidak
sedikitpun ia merasa menderita dan tidak terbetik pada dirinya untuk
menanggalkan imannya. Iman seperti ini jelas tidak dimiliki oleh banyak saudara
kita yang tega menjual iman dan menukar aqidahnya dengan sekantong beras dan
sebungkus sarimi, karena tidak tahan menghadapi kesulitan hidup yang mungkin
tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Nabi Ayyub
Alaihissalam ini.


Sidang jamaah rahima kumullah


   Yang keempat: Ujian lewat tangan
orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak menyenangi Islam. Apa yang dialami
oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa salam dan para sahabatnya terutama
ketika masih berada di Mekkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa
keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta
benda bahkan nyawa. Di antaranya apa yang dialami oleh Rasulullah
n di akhir tahun ketujuh kenabian, ketika
orang-orang Quraisy bersepakat untuk memutuskan hubungan apapun dengan
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam beserta Bani Abdul Muththolib dan Bani
Hasyim yang melindunginya, kecuali jika kedua suku itu bersedia menyerahkan
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam untuk dibunuh. Rasulullah Shallallaahu
alaihi wa salam bersama orang-orang yang membelanya terkurung selama tiga
tahun, mereka mengalami kelaparan dan penderitaan yang hebat. (DR. Akram Dhiya
Al-‘Umari, As-Sirah An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 182).


   Juga apa yang dialami oleh para shahabat
tidak kalah beratnya, seperti apa yang dialami oleh Yasir
z dan istrinya Sumayyah dua orang pertama yang
meninggal di jalan dakwah selama periode Mekkah. Juga Bilal Ibnu Rabah
Radhiallaahu anhu yang dipaksa memakai baju besi kemudian dijemur di padang pasir di bawah sengatan matahari, kemudian diarak
oleh anak-anak kecil mengelilingi kota
Mekkah dan Bilal Radhiallaahu anhu hanya mengucapkan “Ahad, Ahad” (DR. Akram
Dhiya Al-Umari, As-Siroh An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 154-155).


   Dan masih banyak kisah-kisah lain yang menunjukkan
betapa pengorbanan dan penderitaan mereka dalam perjuangan mempertahankan iman
mereka. Namun penderitaan itu tidak sedikit pun mengendorkan semangat
Rasulullah dan para shahabatnya untuk terus berdakwah dan menyebarkan Islam.


   Musibah yang dialami oleh saudara-saudara
kita umat Islam di berbagai tempat sekarang akibat kedengkian orang-orang
kafir, adalah ujian dari Allah kepada umat Islam di sana, sekaligus sebagai
pelajaran berharga bagi umat Islam di daerah-daerah lain. Umat Islam di
Indonesia khususnya sedang diuji sejauh mana ketahanan iman mereka menghadapi
serangan orang-orang yang membenci Islam dan kaum Muslimin. Sungguh menyakitkan
memang di satu negeri yang mayoritas penduduknya Muslim terjadi pembantaian
terhadap kaum Muslimin, sekian ribu nyawa telah melayang, bukan karena mereka
memberontak pemerintah atau menyerang pemeluk agama lain, tapi hanya karena
mereka mengatakan: ( Laa ilaaha illallaahu )
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, tidak jauh berbeda dengan apa yang dikisahkan Allah dalam surat Al-Buruj ayat 4
sampai 8:


   “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang
membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk
di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap
orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu
melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa
lagi Maha Terpuji”.


   Peristiwa seperti inipun mungkin akan
terulang kembali selama dunia ini masih tegak, selama pertarungan haq dan
bathil belum berakhir, sampai pada saat yang telah ditentukan oleh Allah.   
Kita berdo’a mudah-mudahan saudara-saudara kita yang gugur dalam mempertahankan
aqidah dan iman mereka, dicatat sebagai para syuhada di sisi Allah. Amin. Dan
semoga umat Islam yang berada di daerah lain, bisa mengambil pelajaran dari
berbagai peristiwa, sehingga mereka tidak lengah menghadapi orang-orang kafir
dan selalu berpegang teguh kepada ajaran Allah serta selalu siap sedia untuk
berkorban dalam mempertahankan dan meninggikannya, karena dengan demikianlah
pertolongan Allah akan datang kepada kita, firman Allah.


   “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu
menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu”.
(Muhammad: 7).


أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
وَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Khutbah Kedua


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ
كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ
بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ
بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ
وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛


يَا أَيُّهَا
الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ.


Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah!


   Sebagai orang-orang yang telah menyatakan
iman, kita harus mempersiapkan diri untuk menerima ujian dari Allah, serta kita
harus yaqin bahwa ujian dari Allah itu adalah satu tanda kecintaan Allah kepada
kita, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam :


إِنَّ عِظَمَ
الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا
اِبْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ.
(رواه الترمذي، وقال هذا حديث حسن غريب من هذا الوجه).


   “Sesungguhnya
besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila
Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha
baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah baginyalah kemarahan Allah”.
(HR.
At-Tirmidzi, dan ia berkata hadits ini hasan gharib dari sanad ini, Sunan
At-Timidzy cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, juz 4 hal. 519).


    
Mudah-mudahan kita semua diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah dalam
menghadapi ujian yang akan diberikan olehNya kepada kita.  Amin.


إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.رَبَّنَا
لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ
رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ.رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا
وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.اَللَّهُمَ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَصْلِحْ وُلاَةَ الْمُسْلِمِيْنَ،
وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى
عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَمَلِ بِمَا فِيْهِ صَلاَحُ
اْلإِسْلاَمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ.اَللَّهُمَ لاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا
مَنْ لاَ يَخَافُكَ فِيْنَا وَلاَ يَرْحَمُنَا.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.سُبْحَانَ رَبِّكَ
رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.






Sumber:






Nasehat untuk sang guru
















Guru sosok yang dikagumi setiap orang, profesi mereka yang mulia membuat mereka mempunyai status spesial di hadapan masyarakat. Namun ahir-ahir ini guru menjadi perbincangan banyak kalangan akibat ulah segelintir (oknum) yang tidak  bertanggung jawab, sehingga mencoreng nama harum mereka, berikut nasehat ulamak untuk para guru : 


Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam
semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah
salallahu ‘alaihi
wa salam
,
dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya
selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan utusan - Nya.. Amma Ba’du:





Di bawah ini adalah sebagian wasiat yang aku
wasiatkan kepada diriku dan kepada saudara-saudaraku, para guru dan aku memohon
kepada Allah semoga nasehat ini bermanfaat.


Wasiat pertama: Mengikhlaskan
niat untuk Allah
subhanahu wata’ala semata dalam menjalankan
tugas mengajari anak-anak dan siswa mereka, mendidik mereka dengan pendidikan
yang diridhai oleh Allah Azza Wa Jalla, bersabar atas yang demikian itu guna
mendapat pahala dari Allah
subhanahu wa ta’ala, mengharap balasan dari
-Nya. Sebagian ulama berkata: Ikhlas adalah engkau tidak meminta seorang
saksipun terhadap amal yang kamu kerjakan selain Allah Ta’ala dan tidak pula
mengharap balasan kecuali Allah
subhanahu wa ta’ala. Inilah hakekat agama itu
dan kunci dakwah para rasul Allah semoga Allah
subhanahu wa ta’ala mencurahkan
kesejahteraan -Nya kepada mereka. Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman:








Artinya : “Padahal
mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allahdengan memurnikan ketaatan
kepada -Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”. (QS. Al-Bayyinah: 5)


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:





Artinya : Katakanlah:
"Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus,
(yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah
termasuk orang-orang yang musyrik
." Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah
untuk Allah,Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi -Nya; dan demikian itulah
yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan
diri (kepada Allah)". (QS. Al-An’am: 161-163).

Google+ Followers

Terbaru

Cerita sebuah senyum

Senyum sebuah isyarat bahwa seseorang sedang bahagia, senyum adalah tanda keramahan seseorang. Senyum bermakna adalah shdaqah (haduts), s...

Terhangat