Home » » Hentikan Pro Kontra fatwa Fhoto Free Weding

Hentikan Pro Kontra fatwa Fhoto Free Weding


Saat ini para blogger sedang ramai membicarakan fatwa MUI tentang haramnya fhoto Free weding. Banyak yang kemudian berkomentar baik yang pro maupun kontra seperti yang terdapat pada blog desi, terlepas dari pro dan kontra saya ingin mencoba menjelaskan beberapa pendapat ulama yang berkaitan tentang haramnya menyentuh atau bersentuhan kulit seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.Sebelum pembahasan saya lanjutkan, cobalah mengingat kembali tentang tujuan dari sebuah pernikahan paling tidak , ada tiga tujuan pernikaha yaitu :
Pertama : menyalurkan kebutuhan seksual, Islam tidak menutup mata terhadap fitrah seorang manusia yang mempunyai nafsu untuk menyalurkan hasrat libidonya. Karena itu jalan terbaik bagi seorang muslim menyalurkannya adalah dengan menikah agar manusia menyalurkan hasratnya secara terhormat.

Kedua pernikahan bertujuan untuk menghasilkan keturunan, tentu saja agar manusia mempunyai penerus (ahli waris) ia perlu menikah agar tetap eksis melanjutkan kehidupannya, selain itu juga keturunan merupakan perhiasan hidup manusia yang tidak di pungkiri lagi,  anak dari hasil hubungan yang halal akan menjadi kembang mata  bagi ayah dan ibunya tatkala capek, sedih meghinggapi perjalanan hidupnya demikian juga seorang istri sholehah adalah perhiasan terindah di dunia yang dimilik oleh seorang suami. Tentang anak dan istri sebagai sebuah penyenang hati atau Qurrata ‘ayun Allah menjelaskannya sebagai berikut : 
74. dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.( Al Furqon 74)
Selain itu seorang muslim dianjurkan menikahi seorang wanita yang bisa memberikan keturunan yang banyak seperti dikatakan dalam hadits nabi :
“  menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan jumlah kalian pada hari kiamat kela” ( HR. Abu Daud, Nasa’i dan Hakim)
 Ketiga pernikahan bertujuan untuk menciptakan keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah, Allah SWT. berfirman : 
21. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.( Ar Ruum 21)
 Buah dari sebuah pernikahan akan menjadikan seorang laki-laki dan perempuan saling mengisi, saling mencintai dan yang paling penting adalah saling menyayangi. Banyak pemuda dan pemudi yang terlihat mengumbar rasa kasih dan sayang yang didorong oleh hawa nafsu padahal kasih sayang semacam ini tidak akan berlangsung lama, sebab mereka tidak di ikat oleh pertalian kasih yang halal , mereka hanya menyalurkan nafsu yang dibingkai oleh syetan dengan bingkai saling mencintai. Pernikahan sebaliknya saat suami dan istri menyalurkan rasa kasih dan sayangnya maka Allah akan menghitungnya sebagi pahala bagi keduanya, bandingkan dengan orang yang menyalurkan atau menunjukkan rasa cintanya kepada orang yang bukan muhrimnya maka setiap desahan nafasnya, setuhan kulitnya, untaian kata-kata yang ia ucapkan akan dihitung oleh Allah sebagai dosa dan pengaruhnya akan terasa di masa-masa yang akan datang.  
Kemudian bagaimana dengan fatwa free weding, masalah ini tidak perlu sebenarnya di perdebatkan sebab hukumnya sama dengan pacaran. Hukumnya juga sudah jelas sebab melihat cara-caranya saja secara kasat mata seorang muslim sudah bisa menentukan hukum free weding, apapun alasannya apakah karena budaya, sebagai sebuah kenangan, apalagi trend maka tidaklah layak seorang muslim dan muslimah yang beriman melakukan perbuatan tersebut. Mungkin juga pro dan kontranya hukum free wed bisa juga disebabkan alasan ekonomi misalnya kurangnya order fhotografer masih banyak cara untuk mencari rizky yang halal paling tidaklewat dunia maya, kalau masih ada yang halal mengapa harus mencari yang haram. Jika mencari rizki lewat jalan haram mendapat dosa maka sebaliknya mencari rizky yang halal bisa menyebabkan anda juga sedang memproduksi pahala.
Free weding bukan sebuah budaya kita sebagai seorang muslim kita tidak tahu siapa yang pertama kali punya ide ini, yang jelas ide ini jauh dari tuntunan agama Islam. Sebab ancaman Allah jauh lebih menakutkan dibandingkan dengan nikmatnya free weding coba renungkan:  Fatwa seorang ulamak berikut ini
Seorang muslim tidak diperbolehkan menjabat tangan atau mencium selain istrinya dan mahramnya, bahkan hal tersebut termasuk sesuatu yang diharamkan dan sebab-sebab terjadinya fitnah serta timbulnya perzinaan dan telah diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya saya tidak menjabat tangan wanita"

'Aisyah berkata :
"Tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan perempuan (bukan mahramnya) sama sekali. Ketika bai'at, mereka hanya maba'iatnya dengan perkataan"

Saya tidak membenarkan perbuatan berjabat tangan dengan wanita selain mahramnya dan menciumnya baik mereka adalah putri-putri paman dari bapak atau putri-putri paman dari ibu atau dari kabilah lainnya, semua itu diharamkan dengan ijma' kaum muslimin, dan termasuk sarana yang paling besar untuk terjadinya perzinahan yangdiharamkan.Maka wajib atas setiap orang muslim untuk berhati-hati dari perbuatan tersebut dan menjelaskan kepada semua kerabat dan selain mereka yang terbiasa dengan hal tersebut, bahwa hal tersebut adalah perbuatan yang diharamkan meskipun biasa dilakukan oleh manusia. Setiap laki-laki muslim dan wanita muslimah tidak diperbolehkan untuk mengerjakannya meskipun keluarga dekat atau penduduk negaranya terbiasa melakukannya. Bahkan ia wajib menolak hal tersebut dan mengingatkan masyarakat dari hal tersebut. Dan cukup dengan mengucapakan salam tanpa berjabat tangan dan berciuman. [Kitab Fatawa Da'wah, Syaikh Bin Baz, hal. 186]

Jabat tangan dengan wanita di zaman ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah, padahal Rasullah shallallahu 'alaihi wassallam sangat mengancam keras pelakunya: Dari Ma'qil bin Yasar radhyallahu 'anhu:Bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam: "Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu'jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad:1283 lihat Ash Shohihah 1/447/226) Berkata Syaikh Al Albani rahimahullah: "Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya, termasuk malsaha berjabat tangan, karena jabat tangan itu termasuk menyentuh." (Ash Shohihah 1/448)


Begitulah para ulama menjelaskan tentang haramnya menyentuh orang yang bukan mahrom, maka apakah para pelaku free weding dan yang  menyelenggarakannya akan memperhatikan fatwa dan hadits nabi diatas itu bergantung sedalam apa iman yang dimiliki sebab jika pelakunya seorang muslim segeralah beristigfar sebab dalam sejarah hidupnya bahkan di abadikan bagaimana ia berbuat maksiat dengan wanita bukan mahramnya. Wallahua’lam

 Rerensi :
- Kitab Fatawa Da'wah, Syaikh Bin Baz, hal. 186
- Al Qur’an digital
- Fikih Keluarga syaikh Hasan Ayyub

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan

Google+ Followers

Terbaru

Saat Rindu sahabat terobati dalam pertemuan yang singkat

Gembira,haru berbaur jadi satu, seperti itulah yang dirasakan oleh isteri saya saat berjumpa dengan sahabat lamanya meskipun hanya bebe...

Terhangat