Cinta yang terbagi Tiga


 

Seringkali orang berbuat sesuatu dengan alasan cinta, namun demikian tidak banyak yang memahami mestikah rasa cinta mengikuti sesuatu yang telah dilarang oleh Sang pembuat cinta.Degan alasan cinta juga orang berbuat melanggar larangan Allah, dengan cinta kadang seseorang menjadi asyik dengan dirinya sendiri bahkan sering kita dengar ungkapan kalau cinta sudah bicara maka dunia terasa hanya milik orang yang punya atau sedang jatuh cinta. Cinta bisa merubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, cinta bisa merubah orang yang penakut menjadi pemberani, cinta juga bisa merubah orang yang baik menjadi jahat bahkan dengan cinta orang mampu merubah sesorang yang jahant menjadi manusia yang baik. Berikut ini ada beberapa macam mahabbah ( cinta) :

  1. Mahabbatullah (cinta kepada Allah) inilah cinta yang berdasarkan kedalaman iman seseorang, ia berbuat apa saja karena Allah .
  2. Mahabbah Fillah ( cinta karena Allah)cinta ini di implementasikan oleh seorang Muslim kepada saudaranya dengan tulus Ikhlas ia tidak mencantai seseorang dan bahkan membenci kecuali karena Allah, orang sepertii dalam hadits disebutkan sebagai salah seorang kandidat hamba Allah yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat saat manusia kepanasan.
  3. Mahabbah ma'allah (kecintaan bersama Allah) mencintai selaian Allah dalam kecintaan yang wajib seperti mencintai Allah, seperti kecintaan serang musyrikin terhadap berhala-berhala mereka. Cinta seperti ini adalah pokok dari kesyirikan.
  4. Mahabbah thabi'iyyah (kecintaan yang wajar) cinta seperti diwujudkan oleh seorang suami kepada istrinya, ibu kepada anaknya, mencintai kedua orang tua, atau kecintaan seorang anak kepada makanan.
Refrensi :
- Tafsir 'al'asru al akhiri (hal.87)

detikcom : Rieke Dyah: Kalau Mau Salaman, Tunggu Lebaran!

title : Rieke Dyah: Kalau Mau Salaman, Tunggu Lebaran!
summary : Artis sekaligus anggota DPR, Rieke Dyah Pitaloka, sangat serius dengan aksinya mempolisikan oknum dokter yang melecehkannya. Menurut Rieke, kasus tersebut tak bisa selesai hanya dengan permintaan maaf. (read more)

detikcom : Rieke Dyah: Kalau Mau Salaman, Tunggu Lebaran!

title : Rieke Dyah: Kalau Mau Salaman, Tunggu Lebaran!
summary : Artis sekaligus anggota DPR, Rieke Dyah Pitaloka, sangat serius dengan aksinya mempolisikan oknum dokter yang melecehkannya. Menurut Rieke, kasus tersebut tak bisa selesai hanya dengan permintaan maaf. (read more)

Tanda Cinta

Akhir-akhir ini kami sekeluarga sedang menghadapi ujian kehidupan, betapa tidak penyakit dan ujian datang silih berganti. Mula-mula Qonita di minggu terakhir bulan Maret anak kami yang pertama ini di uji oleh Allah dengan sakit radang tenggorokan, selama tiga hari, jika malam tiba suhu badannya panas sekali anehnya kalau siang Qonita bisa bermain dengan leluasa.

Ujian kedua istri saya batuk-batuk yang tak kunjung sembuh jika malam hari terkadang saya meruasa kasihan sebab dahsyatnya batuk menyebabkan istri saya harus sering bangun untuk membuang dahak ke kamar mandi.

Ujian ketiga Allah menguji atau bisa jadi sebuah teguran bagi saya untuk senantiasa berhati-hati. Suatu hari pulang dari sekolah tanpa banyak bicara kami segera turun dari kendaraan sepeda motor merk Yamaha jika suda sampai di depan rumah. Namun entah kenapa hari itu saya kurang hati-hati tanpa saya sadari betis sebelah kanan kaki saya “tersengat” knalpot sepeda, tak ayal betis saya terasa seperti terbakar, astagfirullah ucap saya sambil bergumam “ inilah panas api di dunia padahal jika terkena api di akhirat jauh lebih panas”.

Pasar Dunis Vs Pasar Akherat



Tidak layak bagi seorang muslim untuk mendahulukan kehidupan dunia yang fana dari pada kehidupan akherat yang abadi. Sesungguhnya kita sering di berikan nasehat bahwa dunia adalah tempat untuk mempersiapakan kehidupan akherat yang kekal. Kenyataan yang kita temukan seringkali kita terjebak ke dalam perangkap-perangkap syetan yang senantiasa berusaha terus untuk menjerumuskan kita agar lalai dengan tujuan hidup sesungguhnya. Bagi seorang yang mengertia, memahami, dan meyakini bahwa sesgala sesuatu yang telah di persiapkan Allah di syurga dan di neraka hendakny jangan samapai menjadi “ pasar” dunianya sebagai penghalang bagi “pasar” akhiratnya.

Apakah yang dimaksud dengan “ pasar-pasar” akhirat? “ pasar-pasar” akhirat yang dimasksud tidak lain adalah masjid-masjid dan segala bentuk amal shalih yang bisa mendekatkan diri seseorang kepada Allah ‘Azza wajalla. Dalam kita al muwattha tulisan Imam Malik dijelaskan : “ setiap kali para pedagang yang berjualan di dalam masjid berlalu di hadapan Atha’ bin Yasir, ia selallu memanggil mereka. Atha menanyakan apa yang mereka bawa dan apa yang mereka inginkan. Jika mereka menjawab bahwa mereka ingin menjual barang-barang yang mereka bawa, ia pun lantas berkata, “ pergilah kalian ke “pasar” dunia, sebab ini adalah “pasar “ akhirat. Tidaklah Allah melarang seorang hamba-Nya untuk mencari kehidupan dunia bahkan Allah memerintahkannya. Allah SWT. Menghendaki agar hamba-hamb-Nya mampu untuk menggabungkan antara mencari rezeki dan menabung amal akhira. Didalam
surat al Jum’ah Allah menjelaskan tentang penggabungan keduanya :

10. apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.( al Jum’ah : 10 )

Ayat ini menjedai penegas bagi siappun untuk mendahulukan amaamal akhirat daripada amal dunia. Jika kita telah keluar dari “pasar Akhirat” segeralah menuju “ pasar dunia” untuk memenuhi kehidupan dunia. Kelalaian seorang muslim tentang “pasar akhirat” bisa jadi di sebabkan oleh godaan materi yang begitu menggoda sementara “ pasar Akhirat” tidak memperlihatkan wujud materi yang Nyata namun janji pasti. Keseimbangan kedua aktifitas di dua “ pasar” tersebut menjadi impian orang-orang yang beriman. Bagi seorang muslim kegiatan pasar dunia semenarik apapun akan ia tinggalkan jika sudah didengarnya “ promosi” dari “ pasar Akherat” . Di dalam Al qur’an Allah menjelaskan :

36. Bertasbih[1041] kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,


37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.( An Nuur : 36-37)

Ayat ini menjelaskan salah satu keistimewaan orang-orang yang beriman ialah mereka akan bersegera meninggalkan kegiatan duniawi jika sudah tiba panggilan akhirat. Untuk itu berusahalah sekuat tenaga untuk meninggalkan kegiatan dunia jika sayup-sayup sudah terdengar panggilan adzan, segeralah menuju masjid-masjid Allah untuk segera bertransaksi akhirat.



Refrensi

- Kepada para pedagang : Dakhil bin Ghunaim Al Awwad (terjemahan Indonesia)


- Terjemahan digital Al-Qur’an




Bangkitkan "POWER"mu

Hari minggu kemarin saya bersama istri mengikuti sebbuah training da’i, tak lupa kami membawa serta sua putra kami Qonita dan Faruki. Dalam training tersebut hadir seorang ustadz bersama istrinya menjadi pembicara, saya merasa kagum dengan ustadz Satria saya menyebutnya sebab belum banyak ustadaz yang mampu menjadi trainer berdua dengan istrinya. Sunnguh saya iri melihat mereka berdua begitu terlihat serasi dan sejalan dalam memapakrkan materi, yang membuat saya terhau ditengah-tengah training beliau berdua sempat menampilkan putranya yang ketiga untuk melakukan tasmi’ hafalan AlQur’an surat Al Ma’idah. Ustadz Satria yang selama ini hanya saya kenal lewat buku yang sempat kami beli ternyata orangnya berperawakan tinggi yang bayangan saya sebelumnya orangnya kecil. Dalam training kali ini beliau menyampaikan betapa mulianya profesi seorang murabbi (guru) beliau menekankan kepada setiap murabbi tidak hanya memberikan materi akademik saja tetapi murabbi yang baik adalah murabbi yang mampu
membuat sebuah Halaqoh (pengajian minguan rutin) mempunyai dinamisasi dan para mutarabbinya (murid) mampu menghasilkan karya dengan membina oarang lain, beliau juga menekankan agar dalam halaqah mempunyai kegiatan yang inovatif tidak monoton dan membosankan. Karena itu beliau membagi tipe halaqah sebagai berikut :


1. halaqah monoton / menjenuhkan

2. Halaqah Dinamis

Dua tipe halaqah tersebut akan menghasilkan tiga kinerja yaitu : kinerja rendah, kinerja sedang dan kinerja maksimal (sukses). Agar kinerja ini menjadi tetap satbil maka di perlukan sebuah “ POWER” yang beliau tejemahkan menjadi

1. P = pelajari sejarah orang besar

2. O= Obati hati dengan Al Qur’an

3. W= Waspada terhadap maksiat

4. E = Enyahkan malas beribadah

5. R= Rutin ikut tarbiyah

Inilah kunci atau trik yang harus dilakukan agar seorang da’i agar tidak mudah futhur ( pesimis/ngambek). Bagi saya seorang da’i memang harus senantiasa menstabilkan ruhiyahnya agar dalam membina umat tidak mudah putus asa dalam membina umat. Da’i juga dituntut menjadi tauladan bagi obyek dakwah sehingga apa yang diucapkanny adalah sesutau yang telah dilakukannya, keberhasilan dakwah nabi tidak lain karena beliau melakukan apa yang dikatkannya dalam sebuah firman Allah dijelaskan sebagai berikut :

“ Sangatlah dibenci disisi Allah jika kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan” (As Shof :3)

Demikianlah Allah memberikan peringatan bagi da’i yang tidak memberikan tauladan, semoga kita termasuk da’i-da’i yang senantiasa menjaga semngat menyebarkan dan mempraktikkan apa yang kita ucapkan




Google+ Followers

Terbaru

Saat Rindu sahabat terobati dalam pertemuan yang singkat

Gembira,haru berbaur jadi satu, seperti itulah yang dirasakan oleh isteri saya saat berjumpa dengan sahabat lamanya meskipun hanya bebe...

Terhangat