Monday, March 8, 2010

Pasar Dunis Vs Pasar Akherat



Tidak layak bagi seorang muslim untuk mendahulukan kehidupan dunia yang fana dari pada kehidupan akherat yang abadi. Sesungguhnya kita sering di berikan nasehat bahwa dunia adalah tempat untuk mempersiapakan kehidupan akherat yang kekal. Kenyataan yang kita temukan seringkali kita terjebak ke dalam perangkap-perangkap syetan yang senantiasa berusaha terus untuk menjerumuskan kita agar lalai dengan tujuan hidup sesungguhnya. Bagi seorang yang mengertia, memahami, dan meyakini bahwa sesgala sesuatu yang telah di persiapkan Allah di syurga dan di neraka hendakny jangan samapai menjadi “ pasar” dunianya sebagai penghalang bagi “pasar” akhiratnya.

Apakah yang dimaksud dengan “ pasar-pasar” akhirat? “ pasar-pasar” akhirat yang dimasksud tidak lain adalah masjid-masjid dan segala bentuk amal shalih yang bisa mendekatkan diri seseorang kepada Allah ‘Azza wajalla. Dalam kita al muwattha tulisan Imam Malik dijelaskan : “ setiap kali para pedagang yang berjualan di dalam masjid berlalu di hadapan Atha’ bin Yasir, ia selallu memanggil mereka. Atha menanyakan apa yang mereka bawa dan apa yang mereka inginkan. Jika mereka menjawab bahwa mereka ingin menjual barang-barang yang mereka bawa, ia pun lantas berkata, “ pergilah kalian ke “pasar” dunia, sebab ini adalah “pasar “ akhirat. Tidaklah Allah melarang seorang hamba-Nya untuk mencari kehidupan dunia bahkan Allah memerintahkannya. Allah SWT. Menghendaki agar hamba-hamb-Nya mampu untuk menggabungkan antara mencari rezeki dan menabung amal akhira. Didalam
surat al Jum’ah Allah menjelaskan tentang penggabungan keduanya :

10. apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.( al Jum’ah : 10 )

Ayat ini menjedai penegas bagi siappun untuk mendahulukan amaamal akhirat daripada amal dunia. Jika kita telah keluar dari “pasar Akhirat” segeralah menuju “ pasar dunia” untuk memenuhi kehidupan dunia. Kelalaian seorang muslim tentang “pasar akhirat” bisa jadi di sebabkan oleh godaan materi yang begitu menggoda sementara “ pasar Akhirat” tidak memperlihatkan wujud materi yang Nyata namun janji pasti. Keseimbangan kedua aktifitas di dua “ pasar” tersebut menjadi impian orang-orang yang beriman. Bagi seorang muslim kegiatan pasar dunia semenarik apapun akan ia tinggalkan jika sudah didengarnya “ promosi” dari “ pasar Akherat” . Di dalam Al qur’an Allah menjelaskan :

36. Bertasbih[1041] kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,


37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.( An Nuur : 36-37)

Ayat ini menjelaskan salah satu keistimewaan orang-orang yang beriman ialah mereka akan bersegera meninggalkan kegiatan duniawi jika sudah tiba panggilan akhirat. Untuk itu berusahalah sekuat tenaga untuk meninggalkan kegiatan dunia jika sayup-sayup sudah terdengar panggilan adzan, segeralah menuju masjid-masjid Allah untuk segera bertransaksi akhirat.



Refrensi

- Kepada para pedagang : Dakhil bin Ghunaim Al Awwad (terjemahan Indonesia)


- Terjemahan digital Al-Qur’an




0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan