Sunday, May 23, 2010

Ketika janji melenceng


Minggu kedua bulan Mei saya dikejutkan oleh sebuah peristiwa yang dalam benak saya tidak terfikirkan sebelumnya. Hari itu hari Selasa menjelang dzuhur  saya sedang  asik dikantor mengerjakan beberapa laporan kegiatan siswa, tiba-tiba saja suara Faruqi terdengar di telinga saya. Suara tersebut menyadarkan saya pada tugas rutin sebagai seorang ayah menjemput Faruqi di sekolah.
Ketika saya melihat jam dinding di sekolah saya kaget karena sudah lewat setengah jam dari jadwal seharusnya saya menjemput faruq disekolah. Untuk memastikan keakuratan pendengaran saya, segera saya mencari sumber suara di belakang kantor tempat kerja saya, dan ternyata benar itu memang Faruqi anak saya yang kedua. Sejenak saya bingung karena saya merasa tidak menyuruh seorang pun menjemput Faruqi. Tidak mau berlama-lama bengong saya segera memanggil Faruq sambil bertanya kepadanya.
Dia ke kantor  menggunakan apa, jawabannya membuat saya tercengang sebab dia bilang ke kantor saya dengan jalan kaki. Jarak yang begitu jauh dan melewati jalan utama memunculkan bebagai macam kekhawatiran dalam fikiran saya, bagaimana tidak Faruqi yang baru duduk di kelas TK B kok sudah berani melakukan perjalanan sejauh 1,5 km jarak antara sekolahnya dia dengan kantor saya. Sebagai pengahragaan saya terhadap Faruqi segera saya memberikan hadiah atas keberaniannya melakukan perjalanan yang tidak sedikit resiko yang harus ia hadapi, saat saya berikan hadiah saya menyelipkan nasehat agar jangan mengulangi petualangannya  sebab resikonya tertabrak kendaraan amat besar. 
Hikmah :
-          Dari kejajadian ini saya mendapatkan pelajaran berharga betapa janji kepada anak sekalipun harus di tepati

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan