Anakku terluka


Hari ini (sabtu 31 Juli 2010) seharusnya saya dikantor hingga jam 13.00, banyaknya urusan akreditasi menyebabkan saya molor pulang hingga jam 14.30. Faruk dan qonita asyik bermain sepeda bersama teman-temannya dihalaman sekolah, maklum hari ini mereka pulang lebih cepat sebagai bonusnya mereka saya perbolehkan ke kantor bahkan belum sempat saya jemput mereka sudah dikantor saya. Molornya jadwal pulang ini membuat saya begitu ngantuk dan terasa capek sekali, Faruq dan Qonita dari tadi udah minta pulang. Ahirnya menjelang Ashar kami bertiga pulang tapi sebelum menuju tempat parkir saya sempat mampir bersama anak-anak, dikantor SMP yang berada dilantai bawah kantor saya, begitu masuk saya langsung memasukkan falsh disk yang rencananya mau meng-copy film buat anak-anak kebetulan mala mini malam minggu anak-anak minta nonton film di laptop.
Saat saya sedang sibuk mengcopy data tiba-tiba saja Faruq dan Qonita mengupas jeruk ,dan tanpa saya

Orang Gila versi Faruki

Gambar diatas adalah hasil jepretan Faruki dengan kamera Canon 10.0 mega pixel
Ahad mendekati jam Sembilan pagi saya bersama istri dan kedua anak saya berangkat menuju sebuah acara pegajian husus untuk istri saya. Sepertia biasa sebelum berangkat kami berdoa bersama dengan membaca doa naik kendaraan. Qonita membonceng didepan saya sementara Faruqi bersama uminya dibelakang saya, rasanya semakin hari semakin berat saja beban sepeda motor yang kami tumpangi karena bobot kami masing-masing bertambah seiring bertambah usia kami semua. Namun hanya inilah yang kami miliki sepeda motor Yamaha Vega R. Di tengah perjalanan seperti biasa kesempatan bagi anak-anak untuk bercerita segala hal yang mereka alami pada hari sbelumnya. Saat kami melewati sebuah jalan yang cukup ramai tiba-tiba

Karakter Yahudi

















Karakter Yahudi


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ
فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ
الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا
الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ
لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.


أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ
أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى
الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Karakter Yahudi, Dari Dulu Hingga Kini




Rasulullah
saw., pada masa-masa awal kekuasaan di Madinah, membuat perjanjian dengan
Yahudi di sana. Namun, Yahudi Bani Nazhir, Bani Qainuqa, Bani Quraizhah, dan
lainnya kemudian membatalkan perjanjian. Bukan hanya itu, mereka bahkan
berkonspirasi dengan bangsa Arab seperti Quraisy dan Ghathafan, untuk menyerang
Nabi saw. dan kaum Muslim. Perilaku Yahudi semacam ini telah cukup membuat
beliau bertindak keras terhadap mereka: memerangi mereka dan mengusir mereka
seluruhnya. Perilaku Yahudi yang kini tergabung dalam zionisme Israel adalah
sama saja dengan perilaku Yahudi zaman dulu yang pernah bersekongkol memerangi
Nabi saw. dan kaum Muslim. Allah SWT menjelaskan beberapa karakter Yahudi, di
antaranya:


1. Tidak akan pernah ridha
kepada umat Islam hingga umat Islam mengikuti golongan, gaya hidup, dan sistem
(millah) mereka.


]وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلاَ
النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
[


Orang-orang
Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama
mereka.
(QS
al-Baqarah [2]: 120).


2. Selalu menyesatkan dan
mengkafirkan orang-orang Mukmin.


]أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا
مِنَ الْكِتَابِ يَشْتَرُونَ الضَّلاَلَةَ وَيُرِيدُونَ أَنْ تَضِلُّوا السَّبِيلَ
[


Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi
bagian dari al-Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan
petunjuk) dan mereka menghendaki kamu tersesat dari jalan (yang benar).
(QS an-Nisa’ [4]: 44).




3. Suka berkhianat dan melanggar
perjanjian.


]فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ
وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ
وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلاَ تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ
مِنْهُمْ إِلاَّ قَلِيلاً مِنْهُمْ
[


(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk
mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah
perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan
sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu
(Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di
antara mereka (yang tidak berkhianat),
(QS al-Maidah [5]: 13).


4. Menyombongkan diri hingga tidak
mau menerima kebenaran.


]وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ
وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ
الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ
بِمَا لاَ تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ
وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ
[


Sesungguhnya Kami telah mendatangkan al-Kitab (Taurat)
kepada Musa. Sesudah itu Kami telah mengutus (berturut-turut) para rasul. Kami
pun telah memberikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam
dan Kami memperkuatnya dengan Ruh al-Qudus. Apakah setiap datang kepada kalian
seorang rasul dengan membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan
keinginan kalian, lalu kalian bersikap angkuh; kemudian beberapa orang (di
antara mereka) kalian dustakan dan beberapa yang lainnya kalian bunuh
? (QS al-Baqarah [2]: 87).


5. Menolak
ayat-ayat Allah yang dibawa oleh Rasul kepada mereka; mereka bahkan membunuh
para nabi tanpa alasan yang benar.
Jika kepada para nabi saja
bersikap demikian, apalagi kepada para pengikutnya.


]وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ
وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا
يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ
[


Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan,
serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka
selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak
dibenarkan.
(QS
al-Baqarah [2]: 61).


6.
Senantiasa mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan selalu
menyembunyikan kebenaran.


]يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ
بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
[


Hai Ahli
Kitab, mengapa kalian mencampuradukkan yang haq dengan yang batil, dan
menyembunyikan kebenaran, padahal kalian mengetahuinya
? (QS Ali Imran [3]: 71).


7. Suka
berbuat kefasikan, kriminal, dan kezaliman; mengikuti hawa nafsu, tidak
melarang kemungkaran; dan menolong kebatilan melawan kebenaran.


]لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي
إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا
وَكَانُوا يَعْتَدُونَ
@كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ
فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
[


Telah
dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan Isa putra
Maryam. Hal itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu
sama lain selalu tidak melarang kemungkaran yang mereka perbuat. Sesungguhnya
amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu
(QS al-Maidah [5]:78-79).


8. Berhati
keras melebihi batu; percaya pada sebagian isi kitab dan mengingkari
sebagiannya yang lain.


]أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ
وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلاَّ
خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ
الْعَذَابِ وَمَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
[


Apakah
kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian
yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu,
melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka
dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang
kamu perbuat.

(QS al-Baqarah [2]: 85).




Umat Islam, Umat
Terbaik


Kini
di dunia tengah terjadi berbagai kemungkaran; tidak hanya dilakukan oleh orang
perorang, melainkan juga oleh negara, termasuk Israel. Tanggung jawab untuk
melenyapkan semua kemungkaran itu diberikan Allah SWT kepada umat Islam.
Berkaitan dengan masalah ini, Allah Yang Mahaperkasa berfirman:


]كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ
[


Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.
(QS Ali Imran [3]: 110).


Dalam
ayat di atas, Allah SWT menegaskan dua perkara:


Pertama, umat Mumammad saw., adalah
umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia. Artinya, kaum Muslim sejatinya
menjadi umat terbaik dibandingkan dengan umat-umat lain di seluruh dunia.
Sebab, kata frasa linnâs
menunjukkan makna bagi seluruh manusia tanpa kecuali. Umat terbaik tentu
bukanlah umat yang dijajah; yang pemimpinnya diciduk bahkan dibunuh, rakyatnya
dibantai, kekayaannya dirampas, ekonominya dikuasai, perjanjiannya dikhianati,
dan mereka dijadikan bulan-bulanan oleh umat lain.


Kedua, karakter sejati kaum Muslim
adalah selalu melakukan amar makruf nahi mungkar; tidak hanya terhadap individu
atau penguasa, tetapi juga terhadap negara-negara yang ada, terutama
negara-negara besar yang merampas kekayaan mereka, yang membantai rakyat
mereka, dan lain-lain. Untuk itu, umat Islam perlu memiliki kekuatan dan
kekuasaan yang besar dan kuat, yang mampu menghentikan kejahatan negara-negara
besar tersebut. Tanpa kekuatan demikian, umat Islam hanya akan berpangku tangan
dan menjadi penonton berbagai kejahatan dan tindak kezaliman, tanpa mampu
mencegah berbagai kemungkaran negara-negara besar itu.Kedua karakter yang
diberikan sebagai ciri umat Islam tersebut baru akan diraih ketika umat Islam
menerapkan syariat Islam dan menyatu sebagai satu tubuh di bawah kesatuan
Khilafah Islamiyah.


Akhirnya,
marilah kita merenungkan firman Allah SWT berikut:


]وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ
تَفَرَّقُوا
[


Berpegang
teguhlah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai
(QS Ali Imran [3]: 103). []


Khutbah kedua


إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ
وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ
مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ
وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}

ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى
رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ،
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ
أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.


اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ.اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنِ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ
وَزَمَانٍ.رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا
بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا
رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا
وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ.رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ
أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى
الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا
بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا
عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.اَللَّهُمَّ إِنَا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَجَنَّتَكَ
وَنَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِيْ سَبِيْلِكَ.اَللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ
وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.اَللَّهُمَّ
شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَلْقِ فِيْ
قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ.اَللَّهُمَّ عَذِّبْهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا وَحَسِّبْهُمْ
حِسَابًا ثَقِيْلاً.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا
يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.عِبَادَ اللهِ،


، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ
الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.


فَاذْكُرُوا اللهَ
الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ ُ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ























Yang selalu terkenang


 Setiap saya  pulang kerumah mertua, saya selalu menyempatkan diri bersama anak dan istri untuk berziarah ke makam al marhum bapak mertua. Selain untuk mengingat mati, sekaligus sebagai sarana saya dan istri untuk  birrulwalidain. Anak-anak juga sering bertanya tentang eyang kakungnya selain memperlihatkan photonya di album saya mengajak mereka ke makam sambil mengatakan kepada mereka : “ nak Eyang kakung udah disini seraya tangan saya menunjuk batu nisan di makam beliau”. Kalau sudah demikian dua anak saya langsung bilang: “ oh eyang kung (sebutan mereka) udah meninggal, ya bi.”  Saya selalu menjawab : “ ya karena itu mari kita doakan agar eyang diberi kenikmatan syurga di dalam sana.”
Istri saya selalu menangis ketika berada dimakam ayah mertua, kesedihan yang mendalam dan kesan kebaikan beliau al marhum, sangat berkesan pada istri saya betapa semasa hidupnya beliaulah yang selalu membelanya saat bertengkar dengan adik ipar saya yang agak egois. Beliau yang memberikan kebebasan kepadanya untuk memakai busana muslimah disaat orang tua takut melihat ana-anaknya memakai busana

Google+ Followers

Terbaru

Cerita sebuah senyum

Senyum sebuah isyarat bahwa seseorang sedang bahagia, senyum adalah tanda keramahan seseorang. Senyum bermakna adalah shdaqah (haduts), s...

Terhangat