Liburan di Pulau Lombok

Pantai Sengigi
Liburan menjadi suasana yang senantiasa diharapkan mampu menyatukan anggota keluarga yang setiap harinya disibukkan dengan berbagai macam kesibukan masing-masing. Saat liburan telah datang maka seluruh keluarga berbahagia sebab sudah merencanakan untuk berwisata keberbagai tempat wisata yang ada. Kami merupakan salah satu keluarga yang senang mengunjungi tempat-tempat wisata saat liburan, terutama tempat wisata daerah pantai. Ada yang istimewa liburan kami kali ini sebab kami mendapat jatah berlibur terlebih dahulu sebelum masa liburan tiba, mengapa? hal

Batasan Aurat sesama wanita



oleh : Zuraidah
Bagi seorang Muslim dan Muslimah busana tidak hanya sekedar menutup tubuh saja, akan tetapi busana merupakan identitas diri bagi seorang muslim. Banyak orang yang berpakaian hanya karena memperhatikan mode saja, tidak demikian halnya dengan seorang muslim pakaian adalah identitas diri untuk menjaga kehormatan diri dan agamanya, terlebih lagi jika dia seorang musliman.
Tidak dipungkiri bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Secara khusus Islam memerintahkan wanita yang sudah baligh untuk menutupi seluruh auratnya dari laki-laki yang bukan mahromnya, kecuali yang sering nampak yaitu wajah dan telapak tangan. 


Semakin banyak muslimah yang mulai memahami batas-batas aurat yang tidak boleh diperlihatkannya pada lelaki yang bukan mahromnya. Namun tidak sedikit diantara mereka yang beranggapan bahwa batas-batas aurat tersebut hanya berlaku untuk lain jenis. Sehingga sebagian dari mereka ini berfikir bahwa tidak ada batas aurat antara sesama wanita. 



Namun benarkah demikian? Benarkah tidak ada batasan aurat sesama wanita? Saat islam berbicara dengan tegas bahwa seorang wanita boleh memperlihatkan seluruh aurat tubuhnya hanya pada suaminya, itu menunjukkan bahwa setiap wanita memiliki batas-batas aurat pada orang selain suaminya. Baik itu keluarganya, maupun sesamanya. 


Pengertian aurat 


Imam Al Fayumi dalam kamusnya Misbahul Munir Fi Ghoriibi Assyarh Al Kabir mengatakan bahwa makna aurat secara bahasa adalah : celah di tapal batas dan di dalam pertempuran. Terkadang  lafadz tersebut disifati dalam bentuk nakiroh. Sehingga untuk bentuk tunggal dan jama’ digunakan lafadz yang sama.  


Pada perkembangannya, kata aurat mengalami perubahan makna menjadi seperti yang kita pahami sekarang. Korelasi antara makna aurat secara bahasa dengan yang kita pahami sekarang adalah bahwasannya dalam peperangan ada celah yang harus ditutupi atau tidak boleh terlihat oleh musuh. Dimana jika celah ini sampai terlihat oleh musuh maka akan menyebabkan kekalahan. Karena itu, menutupinya adalah tindakan penyelamatan. 


 Hal ini dikuatkan dengan firman Allah dalam surah Al Ahzab ayat 13:


 وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا 


“Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, ”sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga) “padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah hendak lari.“ {al Ahzab: 13} 


Syaikh Muhammad Ali Asshobuni dalam kitabnya Muktashar Tafsir Ibnu Katsirmenafsirkan, bahwa yang dimaksud dengan ‘aurat’ dalam ayat ini adalah tidak adanya sesuatu yang menghalangi/menjaga rumah mereka dari musuh. Karena konteks ayat ini berkaitan dengan orang munafik yang ingin lari dari peperangan. Mereka menggunakan alasan rumah mereka yang terbuka untuk lari dari peperangan. 


Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aurat adalah sesuatu yang harus ditutup dan tidak boleh terlihat. Karena itu beberapa ulama diantaranya imam As Showi mendefinisikan aurat secara istilah sebagai bagian dari tubuh yang diharamkan untuk dibuka baik di depan laki-laki maupun perempuan. Atau bagian tubuh  yang wajib untuk ditutup dan tidak boleh diperlihatkan, dan batas-batasnya berbeda-beda sesuai dengan jenis dan umurnya. Sebagaimana berbedanya batas-batas aurat wanita pada orang yang menjadi mahromnya maupun yang bukan mahromnya. 


Batasan Aurat wanita


Para ulama sepakat bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat karena itu diperintahkan untuk menutupinya. Sudah banyak yang mengetahui batas-batas aurat itu jika yang dimaksud adalah dihadapan laki-laki. Dengan berbagai macam perbedaan para ulama dalam batasan-batasannya, aurat wanita dihadapan laki-laki yang bukan mahramnya maupun yang mahramnya sudah jamak diketahui.
Akan tetapi dalam tulisan singkat ini yang akan dibahas secara spesifik adalah batasan aurat wanita dengan sesama wanita saja. Dalam hal ini ulama mengklasifikasikan wanita menjadi dua bagian; wanita kafir dan wanita muslim yang mana keduanya memiliki hukum yang berbeda. 



A.    Batas aurat antara wanita muslim dengan wanita kafir 


Jumhur fuqaha yang terdiri dari madzhab Hanafi, Maliki, dan ini adalah pendapat yang dipilih dalam madzhab Syafi’i, berpendapat bahwasannya wanita kafir seperti lelaki ajnabi (yang bukan mahrom) bagi seorang muslimah. Maka tidak boleh bagi seorang muslimah untuk membuka auratnya di depan seorang wanita kafir. Ini berdasarkan firman Allah SWT: 


وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ


“Dan janganlah menampakkan perhiasannya ( auratnya ) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau perempuan-perempuan (sesama islam )." {Annur: 31} 


Yang dimaksud dengan dibolehkannya menampakkan aurat pada sesama wanita di dalam ayat ini menurut Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya adalah, pada wanita sesama muslim dan bukan pada wanita ahli dzimmah atau wanita kafir. Dan seandainya yang dimaksud di dalam ayat ini adalah keumuman wanita tanpa membedakan kafir atau muslim, maka tidak ada manfaat dalam pengkhususan kata-kata wanita di dalam ayat ini. Oleh karena itu pada masa Umar bin Khattab ra, beliau melarang wanita-wanita ahlul kitab ( yahudi dan nashrani ) untuk masuk kamar mandi bersama dengan para wanita muslimah. 


Sementara itu ibnu Qudamah dalam kitabnya Al Mughni mengatakan bahwa dalam madzhab hanbali tidak membedakan antara muslimah maupun dzimmiyah maupun muslim dan dzimmi. Imam Ahmad berkata dalam salah satu riwayatnya: “ Seorang wanita kafir tidak boleh melihat kemaluan seorang wanita muslim dan begitu pula sebaliknya. Dan dalam salah satu riwayatnya juga beliau berkata:” bahwa seorang muslimah tidak diperbolehkan untuk membuka cadarnya pada dzimmiyah dan tidak boleh untuk masuk ke kamar mandi bersama dengan mereka”. 


B.    Aurat wanita muslim dengan sesama wanita muslim 


Adapun aurat seorang wanita muslim dengan wanita muslim yang lain jumhur fuqaha dari madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali sepakat bahwa batas-batasnya sama seperti batas  aurat antara lelaki dan lelaki. 


Hal tersebut sebagaimana disebutkan oleh Imam Al Kasani (Hanafi) dalam kitabnya Badai’ As Shonai’,  Imam Ar Ruaini (Maliki) dalam Mawahibul Jalil, Imam As Syirbini (syafi’i) dalam kitabnya Mughni Al Muhtaj, dan Ibnu Qudamah (Hanbali) dalam Al Mughni.


Maka seorang muslimah boleh membuka auratnya kepada sesamanya kecuali di bagian antara pusar dan lututnya. Yang dimaksud adalah hendaknya seorang wanita memakai pakaian yang menutupi tubuhnya sampai lututnya, jika dia hanya akan bertemu dengan sesama wanita muslimah.


Dan alasan diberikan batasan ini adalah karena makhluk yang sama jenisnya tidak akan memiliki syahwat (nafsu) kepada sesamanya. Karena pada dasarnya syahwat itu diciptakan untuk makhluk yang berbeda jenis. 


Akan tetapi jika ditakutkan atau dikhawatirkan akan muncul fitnah dengan memperlihatkan aurat sesuai dengan batas yang telah ditentukan misalnya rasa suka sesama jenis (lesbi) maka diharamkan bagi seorang wanita muslimah untuk membuka auratnya meskipun kepada sesama wanita muslimah.


Dengan mengetahui batas-batas aurat yang diberikan oleh agama baik itu antara wanita muslim denan lelaki yang bukan mahromnya, maupun antara wanita dan wanita, maka diharapkan pada setiap muslimah untuk tidak lagi memandang sepele masalah ini. Sehingga mereka bisa lebih berhati-hati dalam menjaga auratnya, baik itu pada lelaki yang bukan mahromnya maupun pada sesamanya (wanita dan wanita).


Wallahu a’lam bisshowab. 
   

Zuraida
Sumber : rumahfiqih.com

Tak Pakai atribut natal, Omzet Tip Top tetap stabil

MANAGER Operasional Pusat Supermarket Tiptop, Wahid menjelaskan Tiptop sebagai supermarket yang memiliki visi berwirausaha dengan kaidah-kaidah Islam. Oleh karena itu, sejak awal berdiri, semua cabang Tiptop tidak memakai atribut natal. “Baik toko, produk, maupun karyawannya,” terangnya kepada Islampos, Jum’at (26/12/2014) di gedung Tiptop Rawamangun lantai 3, Jakarta.
Dia menambahkan, bila ada stock produk-produk seperti cokelat dan minyak goreng yang tertera ucapan selamat natal atau dihiasi atribut natal, maka pihaknya tidak menerima dan meminta ganti produk tersebut dengan produk yang tidak ada embel-embel natalnya.
Meskipun Tiptop sebagai supermarket Islami, namun dia mengakui ada karyawannya yang non muslim. Ditanya apakah karyawan yang non muslim memakai atribut natal? Dia menjawab, “Tidak, karyawan non muslim sudah memahami dan mematuhi aturan kami.”
Ketika idul fitri pun, lanjutnya, karyawan non muslim tidak memakai atribut idul fitri. “Kami tidak memaksa mereka memakai atribut Idul Fitri. Mereka hanya kami perintahkan memakai pakaian yang sopan dan tidak ketat. Karena kami menghargai agama lain,” ujar pria berkacamata ini.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan tidak ada penurunan atau perbedaan omzet ketika karyawannya tidak memakai atribut natal. “Tidak berpengaruh. Karena kami menjual kebutuhan sehari-hari” pungkasnya.
“Yang berbelanja di kami tidak hanya muslim, tapi juga non muslim. Kalau tidak ada atribut natal, yang non muslim sudah mengerti tiptop, supermarket yang Islami,” tambahnya. [ar/islampos]
sumber : islampos.com

Facebook Anda Terkena Spam Wanita Mabuk? Ini Beberapa Langkah Antisipasinya

dakwatuna.com – Jakarta. Belakangan ini ramai diperbincangkan tautan spam gambar cuplikan adegan video vulgar di situs media sosial Facebook. Tautan virus terbaru di Facebook yang mengundang keingintahuan orang itu berjudul Gadis Mabuk Setelah Pesta.
Dalam video itu bertuliskan judul Gadis Mabuk Setelah Pesta dan Bukan menolong justru memanfaatkan wanita mabuk ini dengan preview gambar video, seakan dari YouTube, yang menunjukkan seorang gadis mabuk dalam pose vulgar.
Jika URL video itu diklik, pengunjung akan diarahkan ke sebuah website. Jangan harap Anda akan dapat menemukan video tersebut di situ, yang muncul justru iklan pop-up dan postingan tersebut akan menyebar di akun beserta teman Facebook pengguna. Jika iklan pop-up itu diklik, spammer juga bisa memanfaatkannya untuk mendongkrak trafik web mereka dengan tujuan untuk menarik untung dari iklan.
Modus lainnya, berdasarkan yang dikutip dari Inilah.com, Rabu (20/12) lalu, URL tersebut disusupi malware yang dapat menginfeksi komputer korban. Selanjutnya peretas dengan mudah dapat mengakses informasi pribadi yang ada di komputer korban, termasuk data finansial.

Facebook, sebenarnya sudah mengimbau agar pengguna internet mewaspadai penipuan video vulgar tersebut. Pasalnya, scammer sering mendompleng berita atau video vulgar untuk menarik pengguna. Jika malware yang menyamar jadi ekstensi tersebut akan membuat akun Facebook korbannya melakukan auto-posting malware ‘gadis mabuk’ di wall Facebook.
Sementara untuk menghapusnya, Anda dapat klik ‘Laporkan/Hapus Tanda’ pada postingan tersebut seperti gambar di bawah ini:
Jika sudah maka akan muncul pilihan menu, Pilihlah Menu bertuliskan ‘Ini Spam’.
Selanjutnya dari pihak Facebook memberitahukan jika proses Anda sudah selesai dan untuk selanjutnya pihak Facebook akan melakukan pengecekan.
virus fb 2
Namun, Jika anda sudah menjadi korban, Facebook menyarankan untuk melakukan langkah-langkah ini:
1. Buka peramban browser Anda (misal Mozilla Firefox).
2. Akses Tools -> Add-ons -> Ekstensi.
3. Setelah Anda menuju ke halaman ekstensi, tinjau daftar plug-in dan menghapus apapun yang terlihat mencurigakan di sana.
4. Klik gambar tempat sampah di sebelah kanan dan klik tombol Hapus pada kotak ‘Konfirmasi Penghapusan’.
5. Restart browser Anda

Langkah lainnya, Anda juga dapat menggunakan aplikasi CCleaner, sebuah aplikasi yang dapat membersihkan browser Anda. Setelah menjalankan langkah-langkah di atas, disarankan bagi para ‘korban’ untuk segera mengganti password akun Facebook. (ikh/inilah/abr/dakwatuna)
Redaktur: Abdul Rohim





Buku “Belajar dari Partai Masjumi” Diterbitkan

Buku “Belajar dari Partai Masjumi” Diterbitkan
 Partai Masjumi berusaha bersikap moderat (tawasuth) dalam perjuangan. Berusaha untuk sekuat tenaga gigih dalam perjuangan menegakkan Islam, namun tetap diiringi dengan kesabaran yang ekstra sebagai upaya menjaga kemaslahatan
Kesederhanan hidup dan keteguhan dalam memegang prinsip menjadi barang langka di tengah-tengah para pemimpin kita saat ini. Pragmatisme dan hedonisme merasuki denyut nadi orang-orang yang mengaku berjuang untuk kepentingan rakyat. Rakyat hidup di tengah janji-janji politik, sementara para pemimpinnya hidup bergelimang kemewahan.
Sementara itu, politik transaksional yang berujung pada jual beli kepentingan,  melahirkan banyak koruptor, yang ironisnya berasal dari kalangan politisi itu sendiri. Karena itu, tak mengherankan jika para pesakitan yang duduk di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kebanyakan adalah para politikus yang menjadikan politik sebagai ladang untuk mencari nafkah, bukan untuk berjuang bagi kepentingan rakyat.
Di tengah situasi politik seperti itu dan menjelang Pemilu 2014, Pustaka Al-Kautsar meluncurkan buku berjudul “Belajar dari Partai Masjumi”. Masjumi adalah satu-satunya partai Islam yang dilahirkan dari keputusan Kongres Umat Islam pada 7-8 Noveber 1945 M/ 1-2 Duzlhijjah 1364 H di Jogjakarta.
Kongres yang dihadiri oleh ratusan ulama dari berbagai daerah dan beragam latarbelakang organisasi Islam menyepakati beberapa poin penting, yaitu: Pertama, mendirikan partai politik Islam bernama Masjumi. Kedua, Masjumi adalah satu-satunya partai politik Islam, dan tidak boleh mendirikan partai politik Islam kecuali Masjumi. Ketiga, Masjumilah yang akan memperjuangkan nasib umat Islam dalam bidang politik. Tujuan partai ini sebagaimana Anggaran Dasarnya adalah, “Terlaksananya ajaran dan hukum Islam di dalam kehidupan orang seorang, masyarakat dan negara Republik Indonesia, menuju keridhaan ilahi.”

Bisa dibilang, Partai Masjumi adalah gerakan aliansi (harakah tansiqiyah) dari beragam latarbelakang organisasi dan tokoh umat Islam. Para pendiri partai ini adalah para ulama, cendekiawan,  dan founding fathers (pendiri bangsa) yang bercita-cita bagi tegaknya syariat Islam di negeri ini.
Tokoh-tokoh seperti KH. Hasjim Asj’ary (Nahdlatul Ulama), Haji Agus Salim (Sarekat Islam), Mohammad Natsir (Persis), KH. A. Wahid Hasjim (NU), Prawoto Mangkusasmito (Muhammadiyah), Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Syaikh Djamil Djambek (Perguruan Thawalib Sumatera) dan lain-lain adalah orang-orang yang berada di balik berdirinya partai berlambang bintang dan bulan ini. Para tokohnya dikenal sebagai sosok-sosok yang sederhana, cerdas, teguh pendirian, dan santun dalam berjuang.
Partai Masjumi berusaha bersikap moderat (tawasuth) dalam perjuangan. Berusaha untuk sekuat tenaga gigih dalam perjuangan menegakkan Islam, namun tetap diiringi dengan kesabaran yang ekstra sebagai upaya menjaga kemaslahatan yang lebih besar. Allahyarham Dr. Mohammad Natsir pernah mengatakan, “Kalau rumah jang baru kita dirikan belum memuaskan kehendak kita, apakah lantas kita bakar sadja sampai hangus?”. Artinya, usaha membangun negeri ini ke arah yang lebih baik, kepada cita-cita Islam, membutuhkan kesabaran.

Bersabar bukan berarti tunduk dan diam terhadap kemungkaran dan penyelewengan yang dilakukan oleh orang-orang yang berkuasa. Bersabar bukan berarti pasif, berdiam diri, atau bahkan malah berpeluk mesra dengan penguasa yang jelas-jelas mungkar. Bersabar tetap dalam koridor menegakkan jihad bil lisan kepada penguasa yang zalim, sambil terus memberikan sumbangsih bagi perbaikan-perbaikan dan kemaslahatan umum.
Saat Soekarno bertindak otoriter, memaksakan ideologi Nasakomnya, membubarkan Konstituante yang bertugas merumuskan dasar negara, maka Partai Masjumi menyerukan kepada para anggota dan simpatisannya,”Jakinlah bahwa perdjuangan Ummat Islam Indonesia ke arah tjita-tjita jaitu, “dipedomaninja hukum dan adjaran Islam dalam hidup bermasjarakat dan bernegara oleh bangsa dan negara kita agar tertjapai kehidupan jang adil dan makmur” masih akan memakan waktu jang pandjang, jang menghadjatkan ketabahan, kesabaran, keuletan, dan kebidjaksanaan disamping iman, taqwa dan tahan berkurban…”
Buku ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja yang berjuang di medan siyasah (politik) untuk menegakkan cita-cita Islam, sehingga tercipta sebuah negeri baldatatun thayyibatun wa Rabbun ghafur (negeri yang dipenuhi dengan kebaikan dan limpahan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala).*
 Sumber Hidayatullah.com

Dunia Kecam Katy Perry

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sebuah petisi online diluncurkan pada Selasa (25/2) oleh umat Islam di seluruh dunia menuntut bahwa video musik Katy Perry untuk "Dark Horse," di mana sebuah liontin Allah terlihat dibakar, agar segera dihapus dari Youtube.

Pada 1:15 dalam video, seorang pria ditunjukkan memakai dua liontin, salah satu yang berlafazkan Allah. Petisi yang telah mengumpulkan 30.000 tanda tangan  ini, berisi, "bahwa orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat, agama yang berbeda, dan dari berbagai belahan dunia, setuju bahwa video mempromosikan penghujatan, menggunakan nama Allah dengan cara yang tidak relevan dan tidak menyenangkan akan dianggap tidak pantas oleh agama apapun. "

"Saya sebagai seorang Muslim, pikir ini adalah aib. Apakah dia ingin memulai perang terhadap umat Islam? Video ini menghina kita dan perlu dihapus sebelum sesuatu terjadi," kata Unik Salihu dari Swedia, Rabu (26/2)

Faeezah Shaik dari Afrika Selatan mengatakan: "Artis harus mempertimbangkan dampak 'seni' mereka. Ada lebih dari 2 milyar Muslim di dunia, semuanya akan sangat terluka dan marah melihat nama Tuhan mereka digambarkan dengan cara seperti itu!"

Jalur Lalu Lintas Lumpuh di Sejumlah Kawasan Jatim

Suarasurabaya.net - Banjir bandang terjang Malang Jatim, akibat banjir ini akses jalan Malang-Kediri lumpuh. Demikian disampaikan Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Setelah sebelumnya bencana terkonsentrasi di Jakarta, kemudian Jawa Barat dan Jawa Tengah, kini Jawa Timur yang terjadi banjir dan longsor. Banjir bandang terjadi di Desa Ngantang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang Jawa Timur pada Jumat (31/1) pukul 19.32 WIB.

Menurut Sutopo, di beberapa desa di Kecamatan Pujon juga terjadi longsor.

Pada pukul 17.30 telah terjadi tanah longsor di Dusun. Talasan Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Longsor kurang lebih 10 meter sehingga menutupi sebagian Jalan Provinsi Pujon-Ngantang, lalu lintas sistem buka tutup, namun masih bisa jalan.

Pada pukul 17.45 jembatan Dusun Kedungrejo arah ke Desa Bendosari Kecamatan Pujon terputus dan ada satu operator Ekscavator (belum diketahui identitas) yang sedang memperbaiki ekscavator di aliran sungai hanyut terbawa air, saat ini belum ditemukan

Pada pukul 17.55 Sungai Konto di Dusun Tretes Ngepre meluap ke Jalan Raya Pujon -Ngantang lalulintas lumpuh.

Kata Sutopo, banjir bandang dan longsor mengakibatkan akses jalan Malang-Kediri lumpuh dan ditutup sementara termasuk memutus akses jalan Batu-Pujon serta hanyutnya jembatan utama di perbatasan Pujon-Ngantang, yang memutus akses utama Pujon-Ngantang dan arah Kediri Jombang.

Di tempat lain jalan Pantura Surabaya -Banyuwangi sementara ditutup akibat banjir bandang dari Gunung Ringgit di Kabupaten Situbondo termasuk menggenangi pemukiman kurang lebih 1.100 KK.

Sementara itu evakuasi korban longsor di Kabupaten Jombang masih dilanjutkan. Total korban 16 orang dimana 2 orang selamat, 12 orang meninggal dunia dan, 2 orang masih tertimbun longsor.

BPBD Provinsi Jatim, bersama BPBD kabupaten, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, relawan, dan masyarakat melakukan penanganan darurat.

Sutopo mengimbau masyarakat untuk terus waspada. BMKG memprakirakan bulan Februari 2014, hujan sangat tinggi berpotensi terjadi Jatim bagian utara.(faz/ipg)
Editor: Iping Supingah


Google+ Followers

Terbaru

Saat Rindu sahabat terobati dalam pertemuan yang singkat

Gembira,haru berbaur jadi satu, seperti itulah yang dirasakan oleh isteri saya saat berjumpa dengan sahabat lamanya meskipun hanya bebe...

Terhangat