Buku “Belajar dari Partai Masjumi” Diterbitkan

Buku “Belajar dari Partai Masjumi” Diterbitkan
 Partai Masjumi berusaha bersikap moderat (tawasuth) dalam perjuangan. Berusaha untuk sekuat tenaga gigih dalam perjuangan menegakkan Islam, namun tetap diiringi dengan kesabaran yang ekstra sebagai upaya menjaga kemaslahatan
Kesederhanan hidup dan keteguhan dalam memegang prinsip menjadi barang langka di tengah-tengah para pemimpin kita saat ini. Pragmatisme dan hedonisme merasuki denyut nadi orang-orang yang mengaku berjuang untuk kepentingan rakyat. Rakyat hidup di tengah janji-janji politik, sementara para pemimpinnya hidup bergelimang kemewahan.
Sementara itu, politik transaksional yang berujung pada jual beli kepentingan,  melahirkan banyak koruptor, yang ironisnya berasal dari kalangan politisi itu sendiri. Karena itu, tak mengherankan jika para pesakitan yang duduk di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kebanyakan adalah para politikus yang menjadikan politik sebagai ladang untuk mencari nafkah, bukan untuk berjuang bagi kepentingan rakyat.
Di tengah situasi politik seperti itu dan menjelang Pemilu 2014, Pustaka Al-Kautsar meluncurkan buku berjudul “Belajar dari Partai Masjumi”. Masjumi adalah satu-satunya partai Islam yang dilahirkan dari keputusan Kongres Umat Islam pada 7-8 Noveber 1945 M/ 1-2 Duzlhijjah 1364 H di Jogjakarta.
Kongres yang dihadiri oleh ratusan ulama dari berbagai daerah dan beragam latarbelakang organisasi Islam menyepakati beberapa poin penting, yaitu: Pertama, mendirikan partai politik Islam bernama Masjumi. Kedua, Masjumi adalah satu-satunya partai politik Islam, dan tidak boleh mendirikan partai politik Islam kecuali Masjumi. Ketiga, Masjumilah yang akan memperjuangkan nasib umat Islam dalam bidang politik. Tujuan partai ini sebagaimana Anggaran Dasarnya adalah, “Terlaksananya ajaran dan hukum Islam di dalam kehidupan orang seorang, masyarakat dan negara Republik Indonesia, menuju keridhaan ilahi.”

Bisa dibilang, Partai Masjumi adalah gerakan aliansi (harakah tansiqiyah) dari beragam latarbelakang organisasi dan tokoh umat Islam. Para pendiri partai ini adalah para ulama, cendekiawan,  dan founding fathers (pendiri bangsa) yang bercita-cita bagi tegaknya syariat Islam di negeri ini.
Tokoh-tokoh seperti KH. Hasjim Asj’ary (Nahdlatul Ulama), Haji Agus Salim (Sarekat Islam), Mohammad Natsir (Persis), KH. A. Wahid Hasjim (NU), Prawoto Mangkusasmito (Muhammadiyah), Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Syaikh Djamil Djambek (Perguruan Thawalib Sumatera) dan lain-lain adalah orang-orang yang berada di balik berdirinya partai berlambang bintang dan bulan ini. Para tokohnya dikenal sebagai sosok-sosok yang sederhana, cerdas, teguh pendirian, dan santun dalam berjuang.
Partai Masjumi berusaha bersikap moderat (tawasuth) dalam perjuangan. Berusaha untuk sekuat tenaga gigih dalam perjuangan menegakkan Islam, namun tetap diiringi dengan kesabaran yang ekstra sebagai upaya menjaga kemaslahatan yang lebih besar. Allahyarham Dr. Mohammad Natsir pernah mengatakan, “Kalau rumah jang baru kita dirikan belum memuaskan kehendak kita, apakah lantas kita bakar sadja sampai hangus?”. Artinya, usaha membangun negeri ini ke arah yang lebih baik, kepada cita-cita Islam, membutuhkan kesabaran.

Bersabar bukan berarti tunduk dan diam terhadap kemungkaran dan penyelewengan yang dilakukan oleh orang-orang yang berkuasa. Bersabar bukan berarti pasif, berdiam diri, atau bahkan malah berpeluk mesra dengan penguasa yang jelas-jelas mungkar. Bersabar tetap dalam koridor menegakkan jihad bil lisan kepada penguasa yang zalim, sambil terus memberikan sumbangsih bagi perbaikan-perbaikan dan kemaslahatan umum.
Saat Soekarno bertindak otoriter, memaksakan ideologi Nasakomnya, membubarkan Konstituante yang bertugas merumuskan dasar negara, maka Partai Masjumi menyerukan kepada para anggota dan simpatisannya,”Jakinlah bahwa perdjuangan Ummat Islam Indonesia ke arah tjita-tjita jaitu, “dipedomaninja hukum dan adjaran Islam dalam hidup bermasjarakat dan bernegara oleh bangsa dan negara kita agar tertjapai kehidupan jang adil dan makmur” masih akan memakan waktu jang pandjang, jang menghadjatkan ketabahan, kesabaran, keuletan, dan kebidjaksanaan disamping iman, taqwa dan tahan berkurban…”
Buku ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja yang berjuang di medan siyasah (politik) untuk menegakkan cita-cita Islam, sehingga tercipta sebuah negeri baldatatun thayyibatun wa Rabbun ghafur (negeri yang dipenuhi dengan kebaikan dan limpahan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala).*
 Sumber Hidayatullah.com

Dunia Kecam Katy Perry

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sebuah petisi online diluncurkan pada Selasa (25/2) oleh umat Islam di seluruh dunia menuntut bahwa video musik Katy Perry untuk "Dark Horse," di mana sebuah liontin Allah terlihat dibakar, agar segera dihapus dari Youtube.

Pada 1:15 dalam video, seorang pria ditunjukkan memakai dua liontin, salah satu yang berlafazkan Allah. Petisi yang telah mengumpulkan 30.000 tanda tangan  ini, berisi, "bahwa orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat, agama yang berbeda, dan dari berbagai belahan dunia, setuju bahwa video mempromosikan penghujatan, menggunakan nama Allah dengan cara yang tidak relevan dan tidak menyenangkan akan dianggap tidak pantas oleh agama apapun. "

"Saya sebagai seorang Muslim, pikir ini adalah aib. Apakah dia ingin memulai perang terhadap umat Islam? Video ini menghina kita dan perlu dihapus sebelum sesuatu terjadi," kata Unik Salihu dari Swedia, Rabu (26/2)

Faeezah Shaik dari Afrika Selatan mengatakan: "Artis harus mempertimbangkan dampak 'seni' mereka. Ada lebih dari 2 milyar Muslim di dunia, semuanya akan sangat terluka dan marah melihat nama Tuhan mereka digambarkan dengan cara seperti itu!"

Jalur Lalu Lintas Lumpuh di Sejumlah Kawasan Jatim

Suarasurabaya.net - Banjir bandang terjang Malang Jatim, akibat banjir ini akses jalan Malang-Kediri lumpuh. Demikian disampaikan Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Setelah sebelumnya bencana terkonsentrasi di Jakarta, kemudian Jawa Barat dan Jawa Tengah, kini Jawa Timur yang terjadi banjir dan longsor. Banjir bandang terjadi di Desa Ngantang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang Jawa Timur pada Jumat (31/1) pukul 19.32 WIB.

Menurut Sutopo, di beberapa desa di Kecamatan Pujon juga terjadi longsor.

Pada pukul 17.30 telah terjadi tanah longsor di Dusun. Talasan Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Longsor kurang lebih 10 meter sehingga menutupi sebagian Jalan Provinsi Pujon-Ngantang, lalu lintas sistem buka tutup, namun masih bisa jalan.

Pada pukul 17.45 jembatan Dusun Kedungrejo arah ke Desa Bendosari Kecamatan Pujon terputus dan ada satu operator Ekscavator (belum diketahui identitas) yang sedang memperbaiki ekscavator di aliran sungai hanyut terbawa air, saat ini belum ditemukan

Pada pukul 17.55 Sungai Konto di Dusun Tretes Ngepre meluap ke Jalan Raya Pujon -Ngantang lalulintas lumpuh.

Kata Sutopo, banjir bandang dan longsor mengakibatkan akses jalan Malang-Kediri lumpuh dan ditutup sementara termasuk memutus akses jalan Batu-Pujon serta hanyutnya jembatan utama di perbatasan Pujon-Ngantang, yang memutus akses utama Pujon-Ngantang dan arah Kediri Jombang.

Di tempat lain jalan Pantura Surabaya -Banyuwangi sementara ditutup akibat banjir bandang dari Gunung Ringgit di Kabupaten Situbondo termasuk menggenangi pemukiman kurang lebih 1.100 KK.

Sementara itu evakuasi korban longsor di Kabupaten Jombang masih dilanjutkan. Total korban 16 orang dimana 2 orang selamat, 12 orang meninggal dunia dan, 2 orang masih tertimbun longsor.

BPBD Provinsi Jatim, bersama BPBD kabupaten, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, relawan, dan masyarakat melakukan penanganan darurat.

Sutopo mengimbau masyarakat untuk terus waspada. BMKG memprakirakan bulan Februari 2014, hujan sangat tinggi berpotensi terjadi Jatim bagian utara.(faz/ipg)
Editor: Iping Supingah


Google+ Followers

Terbaru

Cerita sebuah senyum

Senyum sebuah isyarat bahwa seseorang sedang bahagia, senyum adalah tanda keramahan seseorang. Senyum bermakna adalah shdaqah (haduts), s...

Terhangat