Tanggapi Hasto, Samad Bereaksi: PDIP Sakit Hati Orang Kepercayaan Mega, BG Jadi Tersangka

FASTNEWS, Jakarta (23/1) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad akhirnya menanggapi pernyataan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Apa jawaban Samad? "PDIP sakit hati karena orang kepercayaan Megawati yaitu BG dijadikan tersangka rekening gendut. Maaf saya tidak pernah berpolitik apa yang di kicaukan oleh saudara Hasto Kristyanto adalah Fitnah!!" dalam akun Fanpage-nya DR. Abraham Samad SH. MH di abrahamsamad.kpk beberapa saat lalu.
Tak pelak, posting ini mendapat tanggapan dalam sejam langsung mencapai rata 110 komentar, setengah hari sudah 550 lebih. Rata-rata memberi dukungan kepada Samad untuk terus memberantas koripsi, meski di lingkar penguasa sekalipun.
Sebelumnya, Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengumpulkan wartawan di Rumah Cemara dan membawanya ke Apartemen Capital Residence di bilangan SCBD hanya untuk membeberkan bahwa Samad bermanuver untuk menjadi Cawapresnya Jokowi. Setidaknya, pernyataan Hasti itu bisa disimpulkan, ada benang merah ketika KPK menjadikan Budi Gunawan tersangka, gara-gara Samad tak jadi Cawapres Jokowi saat Pilpres lalu akibat dijegal Budi Gunawan. "Karena saya telah lakukan penyadapan. Saya tahu yang sebabkan kegagalan saya ini jadi cawapres adalah Budi Gunawan. Terima kasih ya," beber Hasto menirukan Abraham Samad saat itu dalam keterangan persnya di Rumah Cemara.
Jadi, Samad gagal jadi Cawapres gara-gara ulah Komjen Pol Budi Gunawan yang disebut Samad sebagai orang kepercayaan Megawati itu. Sedangkan Budi Gunawan, pernah diberitakan tertangkap kamera bersama petinggi PDIP Trimedya Panjaitan yang ngakunya "kebetulan kepergok" dengan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Hafiz Gumay di restoran Sate Senayan Menteng. Peristiwa ini menjelang, debat capres, sehingga dikaitkan dengan bocornya pertanyaan yang akan disampaikan dalam debat antara Jokowi dengan Prabowo Subianto.
Dalam keterangan persnya itu pula, Hasto mengatakan, pihaknya yaitu elite PDIP dan Nasdem melakukan lebih dari lima kali pertemuan dengan Samad yang disebutnya menawarkan diri menjadi calon wakil presiden (cawapres) bagi capres Joko Widodo atau Jokowi. Pertemuan puncak tersebut terjadi pada detik-detik terakhir penutupan pendaftaran capres dan cawapres 2014. Sebelum tanggal 19 Mei, kata Hasto, Jokowi berserta partai pendukung sepakat menetapkan wapres Jokowi adalah Jusuf Kalla (JK), bukan Abraham Samad. "Jam 12 malam tanggal 19 Mei itu saya ditugaskan Jokowi bertemu Abraham Samad. Sampaikan bahwa Jokowi sudah putuskan JK sebagai wapresnya, tanpa tekanan dari siapapun," terang Hasto. (FN-04)
Sumber : fastnews.com

Orangtua Mulia, Membagi Ginjal untuk Anak-anaknya

Besarnya kasih sayang orang tua terhadap anaknya, membuat mereka mengorbankan diri mereka demi anak-anaknya , hal  ini dibuktikan oleh pasangan suami isteri  di China yang rela membagi ginjalnya untuk anaknya, berikut laporannya dari Dream.co.id -Pasangan suami istri di China ini membuktikan pepatah “orangtua akan melakukan apapun demi anaknya” dibuktikan oleh
pasangan suami istri di China. Mereka masing-masing mendonorkan salah satu ginjalnya untuk kedua anak kandungnya.
Dikutip Dream dari Shanghaiist, Jumat 16 Januari 2015, sang ibu telah berhasil mendonorkan satu ginjalnya kepada sang putra, Li Kai, yang berusia 17 tahun.
Sementara, sang ayah masih menunggu proses operasi untuk mendonorkan ginjalnya kepada sang putri, Li Min. Operasi itu dilakukan di Rumah Sakit Umum Polisi Militer di Beijing.
Kai didiagnosis mengalami uremia, komplikasi penyakit ginjal kronis yang menyebabkan penumpukan urea di dalam tubuh. Penyakit itu diderita sejak tahun 2009.
Sementara, Li Min didiagnosis penyakit yang sama tiga tahun kemudian. Keluarga dari Chengde, Provinsi Hebei, ini terlilit utang untuk membayar biaya medis mereka.
Tahun lalu, setelah kisah mereka diangkat oleh media, Lembaga Palang Merah China membantu mengumpulkan sumbangan masyarakat untuk membiayai operasi keluarga ini.

Eco Green Park Batu , tempat liburan dengan banyak pengetahuan

Liburan menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak kami, sebab liburan memberikan waktu yang banyak bagi mereka untuk melakukan hal-hal yang diinginkan, Rutinitas sekolah selama ini telah mengurangi waktu bermain mereka, demikian juga dengan anak-anak kami. Secara sengaja sebelum waktu liburan saya meminta anak-anak untuk mencari tempat liburan yang murah meriah dan brmanfaat bagi mereka dan kami sebagai orang tuanya.
Tibalah saatnya liburan kami segera menyiapkan segala hal yang dibutuhkan saat liburan,dan alhamdulillah tempat yang dipilih mereka adalah Eco Green Park Batu, tempat ini memang sesuai dengan kreteria yang saya ajukan kepada mereka. Eco green park Batu adalah tempat belajar ekosistem alam,budaya ,pengolahan hasil tani dan ternak, dan tentu saja berbagai macam spesies hewan termasuk burung yang menjadi kesukaan saya.

Pulang Umrah, Laudya Cynthia Bella Mantap Berjilbab

dakwatuna.com – Jakarta.  Bagi seorang artis sekelas Laudya Cynthia Bella, keputusan untuk berjilbab merupakan sebuah hal yang luar biasa,  layaknya seperti bermimpi.
“Sampai sekarang aku nggak nyangka. Hari pertama keluar rumah kayak mimpi pakai hijab,” kata Bella di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2015) malam.
Keputusan Bella untuk berjilbab diambil setelah pulang dari ibadah umrah untuk kali keempat, padahal Bella pernah bernazar baru akan berjilbab ketika telah berkeluarga dan punya anak.
“Nggak tahu kenapa pas pulang umroh kemarin pengen pakai, aku dulu punya nazar kalau aku punya anak dan keluarga aku pengen berhijab,” akunya.
Bella sadar betul dengan konsekuensi dari keputusannya mengenakan hijab. Salah satunya adalah tidak bisa bebas lagi menerima tawaran job. Bahkan ia berani konsekuen menolak tawaran jika harus melepas hijab.
“Godaannya ke kerjaan kayak ada beberapa tawaran yang nggak pakai hijab. Mungkin bukan ke fee-nya. Sekarang aku lagi kayak gini, kalau nggak mau ya udah,” ungkap Bella
Bella merasa tak perlu cemas akan berkurangnya job, ia meyakini bahwa rezekinya sudah Allah tetapkan.
“Dulu aku juga nggak begitu takut untuk masalah kerjaan ya. Aku percaya mau aku nggak pakai hijab atau pake hijab insya Allah kalau rezeki udah ditetapin ya bakal buat aku,” paparnya.
Belakangan ini beberapa Film yang dibintangi  Bella memang bertema religi. Ada ‘Haji Backpacker’ dan ‘Assalamualaikum Beijing’. Bahkan dalam Film ‘’Assalamualaikum Beijing’ yang saat ini masih beredar Bella benar-benar memakai jilbab secara penuh dalam memerankan Sekar/WNI di Tiongkok. (detik/sbb/dakwatuna)




Komnas HAM: Jika Konsisten Berantas Korupsi, Jokowi Batalkan Budi Gunawan

Hebohnya pencalonan Budi Gunawan sebagai KAPOLRI telah memancing berbagai spekulasi dan tanggapan dari barbagai pihak, salah satunya adalah Komnas HAM, seperti yang dilaporkan REPUBLIKA.CO.ID, berikut ini  : JAKARTA—Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan Komjen Budi Gunawan untuk dilantik sebagai Kapolri.

“Jika konsisten dengan komitmennya dalam menegakkan hukum dan pemberantasan korupsi, sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, seharusnya Presiden Jokowi membatalkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri,” jelas Wakil Ketua Komnas HAM Siane Indriani, Sabtu (17/1). 

Meskipun bersifat ad hoc, Siane melihat, selama ini KPK terbukti dianggap sebagai lembaga yang paling kredibel di mata masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Dengan mandat dan kewenangannya yang begitu besar, imbuhnya, KPK tidak akan gegabah menetapkan seseorang sebagai tersangka tanpa bukti yang sangat kuat.

Meskipun menghargai azas praduga tidak bersalah, ketika ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, sudah cukup kuat menjadi dasar bahwa calon Kapolri  diragukan memimpin institusi penegak hukum.

“Presiden seharusnya memilih Kapolri yang bersih dari segala bentuk indikasi pelanggaran hukum, khususnya korupsi dan pelanggaran HAM,” jelas Siane.
Data Komnas HAM selama tujuh tahun berturut-turut, institusi Polri menduduki peringkat pertama yang diadukan sebagai aktor pelanggar HAM.  Tahun 2014, dari 6.527 berkas pengaduan yang masuk lebih dari 33 persen atau 2.200 berkas kasus berkaitan dengan polisi.

Kasus pelanggaran HAM rata-rata dialami oleh rakyat kecil yang lemah dan miskin. Mereka mengadukan tindakan pelanggaran HAM aparat kepolisian, baik penyiksaan untuk mendapatkan pengakuan dalam proses penyidikan, diskriminatif dalam penyelesaian kasus, melakukan kriminalisasi dan kekerasan karena membela korporasi.

“Maka, kalau Kapolri diragukan integritasnya karena tindak korupsi, penegakan hukum dan HAM akan hanya menjadi isapan jempol belaka,” cetus Siane.

Perang Media dalam kasus Charlie Hebdo


Oleh: Kholila Ulin Ni’ma
BERAGAM reaksi masyarakat menanggapi peristiwa yang menimpa majalah satir Prancis Charlie Hebdo. Ada yang menggunakan kepala dingin dan ada yang sebaliknya. Ada yang beraksi melalui demo, tapi tak menutup kemungkinan ada pula yang akan mengambil aksi keras seperti yang terjadi pada tanggal 7 Januari 2015 kemarin. Kantor majalah satir Prancis Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur penistaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam diserang oleh dua orang yang tidak terima nabinya dilecehkan. Akibatnya, sebanyak 12 orang tewas dalam serangan itu. [Baca: Prancis Kehilangan “Kartunis Terbaiknya” dalam Serangan Charlie Hebdo]
Tak pelak, peristiwa ini dimanfaatkan oleh barat untuk melakukan serangan balik –melalui media-, pada Hari Ahad (11/01/2015) lebih dari satu juta orang turun ke jalanan Paris. Mereka menyatakan solidaritas terhadap Charlie Hebdo sekaligus menentang serangan yang menewaskan 12 orang itu. Sebanyak empat puluh orang tokoh dan pemimpin negara ikut ambil bagian dalam aksi itu. Solidaritas untuk Charley Hebdo mengkampanyekan opini melawan terorisme.
Tentu, tragedi itu harus dipandang secara menyeluruh, termasuk dari sisi aksi dan reaksi. Tragedi itu bukan berdiri sendiri. Charlie Hebdo (Charlie Weekly) dikenal sebagai majalah satir porno yang sangat kontroversi , yang selalu menyindir para pemimpin politik dan agama. Sudah beberapa kali majalah ini memuat pelecehan terhadap Nabi Muhammad. Suatu yang wajar apabila ada umat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam yang tidak terima atas kelakuan Charlie Hebdo.
Namun aksi provokatif berupa penistaan Islam dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dilakukan berulang-ulang itu justru dibela oleh Pemerintah Prancis dan dibenarkan oleh Mahkamah Agung Prancis. Aksi-aksi itu jelas bisa memicu kemarahan pada diri seorang Muslim.
Hanya mengutuk pelaku serangan itu dan sebaliknya tidak mengutuk Charlie Hebdo jelas tidak adil. Sayang, itulah yang tampak lebih menonjol saat ini. Begitu pintarnya media Barat mengarahkan opini publik seakan-akan satu-satunya yang patut dikecam dan dilawan adalah orang-orang muslim yang melakukan pembelaan terhadap nabi mereka.
Standar Ganda Barat
Tampak jelas standar ganda Barat. Mereka demikian peduli dan simpati terhadap korban serangan di kantor majalah satir yang menebar provokasi itu. Sebaliknya, mereka diam terhadap ribuan korban pembantaian oleh zionis Israel dan malah membela zionis Israel itu. Barat juga diam terhadap pembunuhan jutaan orang di Irak, pembantaian ratusan ribu kaum Muslim oleh rezim Asad di Suriah serta pembunuhan umat Islam di Rohingya, Pakistan, Afrika, Xinjiang dan tempat lainnya. Bahkan Barat menjadi pelakunya.
Ini bukan berarti meremehkan serangan yang terjadi Rabu (7/1) lalu itu. Serangan itu jelas tidak bisa menyelesaikan masalah.
Serangan itu juga jelas berdampak negatif bagi orang-orang Eropa non-Muslim, bisa menjauhkan mereka dari usaha mengenal Islam. Serangan itu juga mendatangkan dampak negatif dan kesulitan tersendiri bagi generasi Muslim di Eropa.
Islamophobia pasca serangan itu terlihat meningkat di Eropa. Di Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya, serangan dan pelecehan terhadap masjid dan fasilitas Islam lainnya dikabarkan meningkat. Beberapa masjid yang berada di Prancis menjadi sasaran penyerangan sejumlah kelompok. Mereka menghadapi gelombang kekerasan, termasuk pembakaran, penembakan dan penodaan kesucian masjid, setidaknya di 13 kota di seluruh negeri.
Inilah perang media! Saat ini perang tak hanya dilakukan dengan bom, mesiu, tank, ataupun senjata lainnya. Namun perang juga dilakukan lewat pena dan kata-kata yang muncul di berbagai media. Seperti halnya kasus WTC, 11 September 2001 lalu, kini media baratseperti Majalah Charlie Hebdo kembali melakukannya.
Majalah Charlie Hebdo sendiri telah beberapa kali memuat gambar kartun yang melecehkan terkait Nabi Muhammad, baru-baru ini mengulangi hal yang sama. Tentunya, hal ini menimbulkan berbagai reaksi dari para umat Muslim di seluruh dunia.
Sikap Munafik Barat
Barat menganggap serangan ke kantor Charlie Hebdo itu sebagai serangan terhadap nilai-nilai dan sistem yang diyakini Barat.
Presiden Prancis Francois Hollande menegaskan dalam orasinya di depan kantor majalah tersebut bahwa serangan itu “menyentuh prinsip-prinsip dari Republik Perancis, yaitu kebebasan dan kebebasan berekspresi.” Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan, “Kami tidak akan mentoleransi para teroris itu menghancurkan atau menyerang nilai-nilai demokrasi kami dan kebebasan berbicara.”
Bahkan Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan (Kompas, 12/01/2015), “Demonstrasi ini harus menunjukkan kekuatan dan kehormatan orang Prancis yang akan menyerukan kecintaan mereka terhadap kebebasan dan toleransi.”
Klaim kebebasan berekspresi Barat nampaknya hanya klaim kosong. Di mana klaim kebebasan itu ketika mereka mempersulit bahkan melarang Muslimah mengenakan jilbab di ruang publik, hak mereka mendapat pendidikan dirampas, kecuali mereka menanggalkan jilbab. Bahkan memakai cadar dianggap bersalah secara hukum dan dijatuhi sanksi dengan membayar denda.
Dalih kebebasan berekspresi mereka gunakan sesuai dengan kepentingan mereka. Sementara menghina dan menistakan Islam dan Nabi Muhammad dibela dengan alasan kebebasan berekspresi. Sebaliknya, menyoal kejahatan dan pembantaian oleh Yahudi atas ribuan warga Palestina kerap dituding anti semit.
Dalam kasus Charlie Hebdo, ketika mayoritas negeri Islam memprotes dan menuntut Charlie Hebdo menanggalkan karikatur penistaan Nabi, mereka tidak menggubrisnya. Berbeda pada 2008 lalu ketika salah seorang kartunis Charlie Hebdo, membuat karikatur anak laki-laki Nicholas Sarkozy yang menikahi ahli waris Yahudi karena uang. Karikatur itu tampaknya merendahkan Sarkozy. Maurice Sinet pun dipecat dari majalah Charlie Hebdo.
Jelas, kebebasan berekspresi hanya dimanfaatkan sesuai dengan kepentingan Barat. Kebebasan berekspresi merupakan tipuan dan alat penjajahan Barat. Kaum Muslim dipaksa untuk menerima penistaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad serta menerima Islam versi Barat. Jika tidak, mereka akan disebut fundamentalis, radikal bahkan teroris.
Sayang, bukannya melakukan itu, para penguasa negeri Islam itu justru berbaris rapi bergandengan tangan dengan para pemimpin musuh Islam. Mereka juga terjangkiti standar ganda dan kemunafikan Barat. Jika mereka mengecam serangan itu sebagai terorisme, mengapa mereka tidak mengecam dan bersikap sama saat ribuan umat Islam di Gaza dibunuh oleh Yahudi, saat ratusan ribu Muslim dibantai rezim Asad di Suriah yang didukung Barat, saat jutaan orang di Irak tewas akibat invasi AS dan sekutu, saat ribuan Muslim Rohingya dibunuh dan diusir, saat Muslim di Afrika dibantai dan dicincang, saat penghinaan dan penindasan ditimpakan terhadap kaum Muslim?!
Semua itu menjadi bukti bahwa keberadaan para penguasa negeri Islam itu bukanlah demi kepentingan Islam dan kaum Muslim. Keberadaan mereka seperti boneka atau budak yang tunduk patuh pada arahan tuan mereka, yakni Barat.
Kita Butuh Pemimpin Islam Hakiki
Telah tampak bahwa keberadaan pemimpin di negeri-negeri Islam sekarang ini bukan menjadi kebaikan bagi Islam dan kaum Muslim, tetapi justru menjadi bagian dari keburukan. Keberadaan para pemimpin negeri Islam saat ini tidak demi Islam dan demi melindungi izzul Islam wal mu’minin. Pasalnya, mereka bukan memimpin atas dasar Islam dan tidak menjadikan Islam sebagai sistem kepemimpinan mereka.
Keberadaan kepempinan Islam (khilafah) mampu menjaga serta melindungi kemuliaan Islam, kehormatan Nabi serta martabat dan kekayaan kaum Muslim.
« إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ »
“Seorang imam itu sesungguhnya laksana perisai; orang-orang berperang di belakang dia dan menjadikan dia sebagai pelindung.” (HR al-Bukhari dan Muslim). Allahu a’lam bish-shawaab.*
Pendidik di Sekolah Alam Mutiara Umat Tulungagung

Dunia Beriaksi Ketika 12 orang Di Francis Dibunuh, Tapi Diam Ketika Jutaan Muslim di seluruh dunia dibantai.


Mehmet Gormez, Menteri Agama sekaligus ulama terkemuka Turki, mengatkan dunia seolah meratap ketika ekstremis menyerang kantor majalah Charlie Hebdo dan membunuh 12 orang, tapi diam ketika jutaan Muslim di seluruh dunia dibantai.

“Kita meratap ketika 12 orang tewas terbantai, tapi tidak ada simpati sama sekali ketika 12 juta Muslim terbunuh dalam 10 tahun terakhir,” ujar Gormez seperti dikutip Inilah.

Menurut Gormez, saat pawai simpati terhadap korban insiden Charlie Hebdo, tidak satu pun yang berbicara bagaimana Muslim dibantai di Damaskus, Baghdad, atau di hampir semua tempat di Eropa.

“Jika dunia hanya bisa bersimpati terhadap pembunuhan sedikit orang di Eropa, dan abai terhadap pembantaian lain, seluruh umat manusia akan hancur,” ujar Gormez.

Gormez menambahkan Muslim mengutuk serangan ke kantor Charlie Hebdo. Kekerasan, katanya, tidak bisa dihapus dengan kekerasan. Darah tidak bisa dihapus dengan darah.

“Namun, keamanan dunia juga tidak bisa dipertahankan dengan menindas keyakinan,” lanjut Gormez.

Sebanyak 12 orang tewas ketika Said dan Cherif Kouachi menyerbu kantor Charlie Hebdo. Dua hari kemudian, Amedy Coulibaly menyerbu supermarket Yahudi dan menyandera beberapa orang.

Empat pengunjung supermarket tewas ketika polisi Prancis mengakhiri penyanderaan itu. Pada saat sama seorang pekerja Muslim bernama Lassana Bathily menyelamatkan belasan Yahudi dari aksi penyanderaan. Serangan yang dilakukan Said dan Cherif adalah reaksi paling keras terhadap penindasan kepercayaan atas nama kebebasan berbicara.
Sumber : muslimina.blogspot.com

Video Mengharukan

Video dari Thailand, belakangan ini saya coba melihat tayangan viedo di Youtube, saya banyak menemukan video iklan buatan thailand yang banyak membuat para penontonnya terharu salah satunya saya tampilkan pada postingan viedo hari ini silahkan di tonton : 

Foto Selfie Terakhir Penumpang Pesawat Air Asia QZ8501 beredar didunia maya

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Foto selfie terakhir yang diambil oleh salah satu penumpang pesawat AirAsia QZ8501 beredar di dunia maya. Seperti dilansir Independent, foto tersebut di dalam kabin pesawat beberapa saat sebelum take off. Hal itu telah memberikan gambaran bagaimana keadaan terakhir kehdupan penumpang di dalam pesawat.



Foto tersebut diambil oleh Hendra Gunawan Syawal yang tampak tersenyum bersama rekan-rekannya di dalam kabin pesawat sebelum lepas landas dari Surabaya. Hendra yang berencana merayakan tahun baru ke Singapura itu kemudian mengirimkan foto tersebut kepada saudaranya, Yunita Syawal.



"Hendra selalu memberitahu saya sebelum ia bepergian kemana saja. Namun, yang aneh ketika kami berbicara pada malam sebelum keberangkatan, ia tidak mengatakan akan pergi ke Singapura," ujar Yunita kepada kantor berita AFP.



Sampai berita ini diturunkan, tim pencari telah menemukan 37 jenazah dari total 155 penumpang yang terdapat dalam pesawat komersil asal Malaysia tersebut. Para peneliti percaya jika sebagian besar penumpang telah tewas di bawah air dengan masih terikat di tempat duduk mereka masing-masing.

Berdasarkan tim Disaster and Victim (DVI), Hendra (23) adalah jenazah ketiga yang teridentifikasi. Dia dipastikan merupakan warga Jalan Gundih 4, Bubutan, Surabaya. Tim DVI berhasil mendapat data sidik jari dan gigi korban yang dicocokkan dengan data ante mortem (sebelum kematian) yang diserahkan oleh pihak keluarga.

Ternyata ... Lokasi Jatuhnya AirAsia QZ8501, Kuburan Kapal Perang Dunia II

Upaya pencarian AirAsia QZ8501 di Laut Jawa selain terkendala oleh cuaca dan ombak besar, juga dipersulit oleh bangkai-bangkai kapal di dasar laut, diduga bekas peninggalan pada Perang Dunia II.

Wilayah tersebut selain menjadi jalur pelayaran, di masa lalu juga menjadi titik pertempuran dahsyat beberapa negara yang berperang. Tidak jarang kapal-kapal tua tersebut, entah sisa PD II atau karam di masa damai, tidak sengaja terdeteksi oleh tim pencari di masa kini.

Jumat lalu, seperti dikutip AFP, Direktur Operasi Basarnas Supriyadi mengatakan bahwa tim pencari mendeteksi struktur logam, tapi bukan pesawat, "kemungkinan kapal yang tenggelam."

Tidak diketahui apakah kapal tersebut karam pada PD II atau di era modern. Namun Agustus tahun lalu, ahli arkeologi Amerika Serikat yang bekerja sama dengan penyelam Angkatan Laut Indonesia menemukan kapal perang USS Houston yang kandas pada Pertempuran Selat Sunda 1 Maret 1942.

Menurut laporan AS, kapal yang dijuluki "Hantu yang Berlayar di Pantai Jawa" itu karam bersama 650 pelaut dan marinir di dalamnya. Selain Houston, dalam pertempuran sekutu melawan Jepang itu juga karam kapal Australia HMAS Perth di Laut Jawa.


Sumber : http://www.suaranews.com

Serunya pertemuan keluarga kami

Berkumpul bersama keluarga menjadi peristiwa yang menyenangkan bagi saya,sebab sekian lama merantau ketanah Jawa rasa rindu kepada ayah,adik dan saudara menjadi terbayarkan. Beberapa minggu yang lalu impian saya untuk berkumpul bersama sanak saudara bisa terlaksana, tentu saja saya sekeluarga merasa bahagia. Berkumpulnya keluarga kami memang sengaja saya manfaatkan pada moment resepsi pernikahan adik saya yang ke enam. Rasa haru dan bahagia lebih lengkap terasa bagi saya, saat para tamu undangan yang datangn ternyata sebagian besar mereka adalah guru dan teman-teman kecil saya, terbayar rasa lelah saya yang harus membawa kendaraan sendiri melintasi jawa timur dan Bali. 

Hercules dan Cessna Kembali Terbang dari Halim untuk Evakuasi Korban QZ8501

Jakarta - Proses pencarian dan evakuasi korban dari pesawat AirAsia QZ8501 kembali dilanjutkan hari ini. Dua pesawat TNI AU pun diberangkatkan untuk mengevakuasi korban dari perairan hingga dibawa ke Surabaya. 


Berdasarkan data dari TNI AU di Base Operations Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (1/1/2015), pesawat Hercules A-1320 sudah berangkat pada pukul 06.00 WIB untuk mengevakuasi jenazah dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Saat ini, dua jenazah itu masih berada di KRI Banda Aceh. 




Dua jenazah berjenis kelamin laki-laki dan perempuan tersebut dibawa naik dari kapal milik Malaysia, KD Lekir dan KRI Bung Tomo. Dua jenazah tersebut telah dibungkus kantong mayat berwarna hijau dan hitam.



Selain itu, ada pula pesawat CN-295 yang juga sudah diberangkatkan. Rute dari pesawat tersebut adalah Halim Perdanakusuma - target sasaran - KRI Banda Aceh - Pangkalan Bun - Halim Perdanakusuma. 



Laporan yang diterima di posko TNI AU menyebutkan saat ini pesawat CN-295 terbang di bawah ketinggian 5000 feet. Hujan sempat mengguyur di target pencarian namun kini cuaca sudah membaik.
Sumber : detik.com

Google+ Followers

Terbaru

Cerita sebuah senyum

Senyum sebuah isyarat bahwa seseorang sedang bahagia, senyum adalah tanda keramahan seseorang. Senyum bermakna adalah shdaqah (haduts), s...

Terhangat