Home » , , » Mengapa membatasi rizky?

Mengapa membatasi rizky?

Oleh:
Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA.

✅ Rizki itu berasal dari Allah -`azza wa jalla. Dia-lah Al Raziq (Maha Pemberi Rizki). Rizki kita bukan di tangan instansi tempat bekerja. Bukan di tangan pelanggan. Bukan di tangan mitra bisnis. Bukan di tangan para penanggung jawab proyek. Karena banyak yang sudah memeras keringat, sudah tawar-menawar, sudah bernegosiasi, tapi saat pembayaran, saat pelunasan, atau saat deal proyek, ternyata semuanya menguap.


๐Ÿ“Allah Maha Pemberi Rizki. Karunia-Nya pasti diberikan kepada para hamba. Dan pemberian itu ada cara dan pintunya, sebagaimana dijelaskan melalui firman-Nya dan sabda Rasul-Nya. Cukup banyak dan beragam pintu-pintu itu. Tapi sayang, dari sekian banyak pintu, banyak orang hanya membatasi satu pintu untuk menurunkan jatah rizkinya.

๐Ÿ“Yaitu, pintu usaha saja. Pintu kerja saja. Pintu bisnis saja. Pintu proyek saja. Satu pintu material.
Ada yang sibuk bekerja, berdagang, bernegosiasi hingga saat tiba waktu shalat, ia enggan melangkahkan kaki ke masjid. ๐Ÿ”† Padahal shalat tepat waktu berjamaah di tengah kesibukan duniawi adalah pintu rizki.

๐Ÿšท Ada yang sibuk menghitung uang dan berhitung pekerjaan, hingga lupa dzikir kepada Allah -`azza wa jalla. Padahal dzikir adalah pintu rizki. Ada yang sibuk mencari harta. Setelah harta ia dapatkan, harta itu disimpan di tempat yang diyakini aman. Dengan harapan, melalui kerja dan menyimpan, uang bisa bertahan hingga tujuh turunan. Ia pun enggan menunaikan zakat yang wajib atau infaq yang disunnahkan. Padahal zakat dan sedekah adalah pintu rizki dan cara mengamankan dan menambah kekayaan.

✅ Allah –subhanahu wa ta`la- berfirman:

ุฑِุฌَุงู„ٌ ู„َّุง ุชُู„ْู‡ِูŠู‡ِู…ْ ุชِุฌَุงุฑَุฉٌ ูˆَู„َุง ุจَูŠْุนٌ ุนَู† ุฐِูƒْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฅِู‚َุงู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูˆَุฅِูŠุชَุงุกِ ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉِ ۙ ูŠَุฎَุงูُูˆู†َ ูŠَูˆْู…ًุง ุชَุชَู‚َู„َّุจُ ูِูŠู‡ِ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆุจُ ูˆَุงู„ْุฃَุจْุตَุงุฑُ * ู„ِูŠَุฌْุฒِูŠَู‡ُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุญْุณَู†َ ู…َุง ุนَู…ِู„ُูˆุง ูˆَูŠَุฒِูŠุฏَู‡ُู… ู…ِّู† ูَุถْู„ِู‡ِ ۗ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَุฑْุฒُู‚ُ ู…َู† ูŠَุดَุงุกُ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ

“Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas”. (QS. Al Nur: 37-38)

♦ Mengapa membatasi pintu rizki? Padahal jika rizki itu harta, maka pintunya tak hanya satu:
๐Ÿ”…Rizki makful (ditanggung) adalah rizki yang mencari pemiliknya, tanpa upaya dan tanpa kerja. Seperti warisan, hibah, pemberian, dan sebagainya.
๐Ÿ”…Rizki maqsum (terbagi) adalah rizki yang dicari dengan kerja, upaya, usaha, dan pengorbanan tenaga, pikiran, dan uang.
๐Ÿ”…Rizki mau`ud adalah rizki yang dijanjikan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya dengan syarat iman dan takwa.
Maka, masukilah semua pintu-pintunya dan dengan caranya masing-masing.

✅ Tapi ternyata rizki tidak hanya harta. Rizki itu kesehatan, istri yang taat, suami yang shalih, anak yang berbakti, kesehatan, ilmu, dan sebagainya. Semuanya adalah rizki. Tapi mengapa yang dicari hanya harta? Dan mengapa hanya satu pintu saja?❓

Wallahu a`lam bisshawab
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿ’ ๐Ÿ”…๐Ÿ’ ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Malang, 26 Jumadil Awal 1438H
๐Ÿ“กJoin Telegram:
http://tlgrm.me/ahmadjalaluddin
๐ŸŒWebsite:
http://tazkiyatuna.com
☎konsultasi via sms:
081297543002

Silahkan disebarkan channel Telegram ini, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah kita. Aamiin,

1 komentar:

  1. Sepakat, rejeki tu bener2 nggak bsia diprediksi apalagi dibatasi. Kalau gaji bisa salah itung atau orang. Kalau rejeki nggak ada yang bisa mejamin kecuali Allah

    BalasHapus

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan

Google+ Followers

Terbaru

Saat Rindu sahabat terobati dalam pertemuan yang singkat

Gembira,haru berbaur jadi satu, seperti itulah yang dirasakan oleh isteri saya saat berjumpa dengan sahabat lamanya meskipun hanya bebe...

Terhangat