Rabu, 19 Juli 2017

Saat Rindu sahabat terobati dalam pertemuan yang singkat


Gembira,haru berbaur jadi satu, seperti itulah yang dirasakan oleh isteri saya saat berjumpa dengan sahabat lamanya meskipun hanya beberapa saat saja. Sembilan belas tahun lamanya isteri saya tidak beretemu dengan sahabat seperjuangannya dikala menjadi mahasiswi disebuah perguruan tinggi di Malang.Perpisahan yang terasa lama tersebut berbuah manis saat isteri saya melihat di laman FB temannya bahwa beliau mudik dari Bosnia. Ya, Bosnia begitulah negara yang saat ini menjadi tempat domisili sahabat karibnya. Tanpa menyia-nyiakan waktu lagi segera saja isteri saya bertukar nomer wa, dan alhamdulillah kami janjian bertemu di Bandar udara Abdurrahman shaleh Malang, kebetulan sang sahabt akan bertolak keJakarta via Malang. Jumaat siang seperti yang telah dijajikan saya bersama isteri bertemu di pintu masuk Boarding pass. Keduanya berpelukan dengan hangat, termasuk saya dengan suaminya tentunya sambil membisikkan ditelinga masing-masing :  " we are brother in Islam? oke" dalam hati saya hanya bisa mengucap alhamdulillah ya rabb engkau pertemukan kami dalam Islam. Senat Biber begitu nama suami sahabat isteri saya, yang asli orang Bosnia.Perawakannya tinggi berkulit putih dengan jambang yang rapi khas orang Bosnia.
Percakapan kami berkisar tentang aktivitas,anak-anak, keluarga dan makanan kesukaan. Senat Biber ternyata juga seorang guru di SMA sama seperti saya, ia sangat suka dengan makanan Indonesia seperti nasi goreng, dalam hati saya bergumam pantaslah ia mendapatkan isteri orang Indonesia yang tak lain sahabat isteri saya. Sementara saya mengobrol dengan Senat, tak jauh dari tempat kami berdiri isteri saya bersama sahabatnya berbicara banyak hal, berkaitan dengan guru-guru mereka saat SMA dan perkembangan muslimah menggunakan hijab. Fenomena saat ini muslimah sudah tidak asing lagi dengan Jilbab (jilbab besar) sebab munculnya trend mode pakaian muslimah yang dikampanyekan oleh para artis telah berdampak positif bagi pengguna Jilbab besar di Indonesia, perkembangan ini perlu disyukri meskipun masih ada pekerjaan rumah yang tersisa.Seperti motivasi menggunakannya, fungsinya secara syar'i, dan dampaknya terhdap ekonomi.
Retno sahabat isteri saya, coba membandingkan dengan Bosnia tempat ia tinggal saat ini dimana Islam dan Jilbab msih menjadi barang asing. Maka tidak heran jika melihat Bosnia saat ini seperti melihat Indonesia pada dekade tahhu delapan puluhan. Puas bersenda guru kami berswa Photo dengan latar ruang tunggu bandara, kamipun berpelukan dan saling melepas kepergian masing-masing sambil melepas salam dan melambaikan tangan, lalu yang tersisa kenangan masa lalu dan beberapa saat pertemuan kami dibandara. Selamat jalan sahabat semoga Allah mempertemukan kita kembali tahun depan, atau didalam syurga-Nya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan